Substantia, Volume 21 Nomor 2, Oktober 2019 https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/substantia 148 | Suma Hayani, Andi Saputra, Saidul Amin: Pandangan Al-Ghazali tentang... PANDANGAN AL-GHAZALI TENTANG QADIM DAN BAHARU ALAM SEMESTA Suma Hayani, Andi Saputra, Saidul Amin Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau-Indonesia Email: surmahayani0924@gmail.com Abstract: Mankind needs to study the creation of the universe because it will deliver them the proof, existence and omnipotence of Allah. Allah created the universe as a sign of His love for mankind. He created the universe for the benefit of mankind so that they could easily understand and learn everything in the world. Throughout history, many Muslim philosophers have explained the creation of the universe on their own respective views. One of them is Al-Ghazali through his works of Tahafut Al-Falasifah, Al- Munqidh min Al-Dhalal, Ihya Ulumiddin and Al-Hikmah fi Makhluqatillah. Al-Ghazali systematically formulated the universe based on the Qur'an and Hadith. He mastered various disciplines such as Islamic theology, philosophy and Sufi. He is also known as the consolidator of these three sciences. This is what makes Al-Ghazali a highly acclaimed figure. His acclaimed figure encouraged the author to discuss his concept of qadim and baharu of the universe and the critics of these concepts by other Muslim philosophers. The method used in this research is the literature review with primary and secondary data. These data were classified and analysed carefully before concluded to get the answers to problems. The results show that according to Al-Ghazali, the world must not be qadim. This means that Allah always exists, whereas the world has not. Allah then created the world and the world exists alongside Allah. In other words, Allah, as the creator, is qadim, while the world as the creature is baharu. Allah and the world are very different from their function and position yet some Muslim philosophers claim that Allah and the world are the same, both of which are qadim. Abstrak : Penciptaan alam semesta merupakan hal yang sangat penting dikaji oleh manusia. Karena, alam menghantarkan manusia pada pembuktian, keberadaan dan kemahakuasaan Allah SWT. Allah menciptakan alam semesta merupakan kasih sayang-Nya kepada manusia, karena alam semesta diciptakan untuk kepentingan manusia. Agar manusia mudah memahami dan mempelajari semua yang ada di alam. Sepanjang sejarah, telah banyak para filosof Muslim yang menjelaskan tentang penciptaan alam semesta yang sesuai dengan pandangan mereka sendiri. Salah satu diantaranya adalah al-Ghazali melalui karyanya Tahafut Al-Falasifah, Al-Munqidh min Al-Dhalal, Ihya Ulumiddin dan Al-Hikmah fi Makhluqatillah. Al-Ghazali merumuskan alam semesta secara sistematis berdasarkan al-Qur’an dan Hadist. Keunikan al-Ghazali dalam menguasai berbagai disiplin ilmu di dalam dirinya terdapat tiga kekuatan pemikiran yakni ilmu kalam, filsafat dan tasawuf, ia juga dikenal sebagai pemersatu ketiga-tiga keilmuan tersebut, hal inilah yang menjadikan al-Ghazali sebagai tokoh yang amat dikagumi, hal tersebut yang terakhir menghantarkan penulis pada keputusan untuk membahas dua permasalahan dalam penelitian ini, yakni qadim dan baharunya alam semesta menurut al-Ghazali serta kritik al-Ghazali terhadap qadim dan baharunya alam semesta menurut filosof Muslim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka dengan langkah pengumpulan data dari beberapa sumber primer dan sekunder, yang kemudian diklasifikasikan serta dianalisis secara seksama dan terakhir disimpulkan untuk mendapatkan jawaban atas permasalahan yang telah ditemukan. Dari hasil ini didapati bahwa menurut al-Ghazali alam haruslah tidak qadim, berarti pada awalnya Allah ada, sedangkan alam belum lagi ada. Kemudian Allah menciptakan alam, alam ada di samping adanya Allah. Dapat dikatakan bahwa Allah sebagai pencipta bersifat qadim, sedangkan alam sebagai ciptaan bersifat baharu. Jadi, Allah dan alam sangat berbeda dari fungsi dan kedudukannya. Tetapi para filosof Muslim menyatakan bahwa Allah dan alam itu sama yaitu sama-sama bersifat qadim. Kata Kunci: Qadim. Baharu, universe, Al-Ghazali.