Langkau Betang, Vol. 5, No. 1, Tahun 2018 55 EKSPLORASI KONDISI FISIK DAN NON FISIK PADA PERMUKIMAN PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN TRADISIONAL DI KAMPUNG NELAYAN PENGASINAN, MUARA ANGKE Anisa Anisa Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta anisa@ftumj.ac.id Kadeli Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta Thoriq Septiawan Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta Syaid Adi Putro Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta Gita Laela Nur Rahmah Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta Tedi Kurnia Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta Abstrak Definisi permukiman dalam UU No.1 tahun 2011 adalah bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satu satuan perumahan yang memiliki prasarana, sarana, utilitas umum, serta memiliki penunjang kegiatan fungsi lain dikawasan perkotaan atau kawasan pedesaan. Banyak kita temui permukiman yang mempunyai karakteristik khusus, misalnya berkaitan dengan lokasi, kesukuan, pekerjaan, dll.Salah satunya adalah permukiman nelayan yang ada di Muara Angke. Permukiman ini diberi nama kampung Pengasinan, karena di kampung ini mayoritas penduduknya adalah nelayan yang juga mempunyai aktivitas lain yaitu pengawetan ikan tradisional menggunakan pengasinan (penggaraman). Penelitian ini bertujuan untuk menggali kondisi permukiman nelayan tradisional Kampung Pengasinan Muara Angke. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.Deskriptif kualitatif yang dimaksud adalah mengidentifikasi, mendeskripsikan serta menginterpretasikan kondisi fisik permukiman nelayan tersebut dengan dibantu menggunakan data nonfisik. Analisis dilakukan melalui tiga tahap. Tahap pertama adalah pemilahan data atau sering disebut reduksi data. Tahap kedua adalah tahap klasifikasi. Tahapan ketiga adalah deskripsi dan interpretasi data sampai ditemukan kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, proses terbentuknya sebuah permukiman dan aktivitas yang terjadi di dalamnya akan berpengaruh terhadap bentuk fisik yang dapat diamati. Pemukiman di pengasinan Muara Angke ditata secara terencana oleh badan pengelola hasil perikanan tradisional. Walaupun pola permukiman mereka tertata secara teratur namun, bentuk rumah di pemukiman ini terbentuk menyesuaikan dengan aktivitas atau kegiatan warganya yaitu sebagai pengolah ikan asin. Dapat dilihat bahwa di tengah permukiman terdapat area yang digunakan untuk menjemur ikan yang telah di asinkan, walaupun tempat khusus telah di sediakan. Kata-Kata Kunci: permukiman, pengolahan hasil perikanan, eksplorasi