720 Persepsi dan Kebutuhan Mahasiswa Calon Guru Biologi terhadap Media Pembelajaran Bioteknologi Saparuddin 1 , Umie Lestari 1 , Endang Suarsini 1 1 Pendidikan Biologi-Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 09-05-2018 Disetujui: 20-05-2021 Abstract: This study aims to reveal the perceptions and needs of pre-service biology teachers on biotechnology learning and their need for instructional media, especially on the topic of basic molecular biology techniques. This descriptive quantitative study was done purposively on 42 students who have completed the biotechnology lectures in Biology Education Program, Universitas Negeri Malang. The data collection instruments consisted of a biotechnology topic difficulty survey questionnaire and a felt needs questionnaire. The questionnaire response data analyzed using descriptive statistics showed that students perceived the laboratory activity of basic molecular biology techniques as a moderate level. On average, all students performed DNA analysis techniques, and only 55% of all students performed protein analysis techniques. Overall, students have feelings, understanding, and confidence at a moderate level, while they feel they have excellent learning assistance. Even so, students feel they need learning resources in the form of research-based multimedia to support learning on the topic of practicum on molecular biology analysis techniques, especially in protein analysis techniques. Research-based protein analysis techniques multimedia that is suitable for students' university cognitive development are considered to be developed in supporting biotechnology learning for pre-service biology teachers. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan persepsi dan kebutuhan calon guru biologi terhadap pembelajaran bioteknologi dan kebutuhan mereka akan media pembelajaran khususnya pada topik teknik dasar biologi molekuler. Penelitian kuantitatif deskriptif ini dilakukan secara purposive pada 42 mahasiswa yang telah menyelesaikan perkuliahan bioteknologi di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang. Instrumen pengumpulan data terdiri dari kuesioner survei kesulitan topik bioteknologi dan kuesioner kebutuhan yang dirasakan (felt needs). Data tanggapan angket yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif menunjukkan bahwa tingkat kesulitan aktivitas laboratorium teknik dasar biologi molekuler dianggap dalam kategori sedang. Rata-rata semua siswa melakukan teknik analisis DNA, dan hanya 55% dari seluruh siswa yang melakukan teknik analisis protein. Secara keseluruhan, siswa memiliki perasaan, pemahaman, dan kepercayaan diri pada tingkat sedang, sementara mereka merasa memiliki bantuan belajar yang sangat baik. Meski begitu, mahasiswa merasa membutuhkan sumber belajar berupa multimedia berbasis penelitian untuk mendukung pembelajaran pada topik praktikum teknik analisis biologi molekuler khususnya teknik analisis protein. Multimedia teknik analisis protein berbasis penelitian yang sesuai untuk perkembangan kognitif mahasiswa dinilai dapat dikembangkan dalam mendukung pembelajaran bioteknologi bagi calon guru biologi. Kata kunci: biology teacher; multimedia; molecular biology; biotechnology; guru biologi; multimedia; biologi molekuler; bioteknologi Alamat Korespondensi: Saparuddin Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: sapar.kepri@gmail.ac.id Guru mempunyai tanggungjawab besar untuk memfasilitasi siswa untuk menguasai keterampilan abad 21. Keterampilan ini diperlukan agar siswa mempunyai literasi dan skill yang memadai untuk terlibat dalam masyarakat dan sukses pada karirnya (Darling-Hammond, 2006). Pada pendidikan sains, guru diharapkan mampu mengantarkan siswa menguasai pengetahuan saintifik inti yang memadai, menguasai keterampilan untuk terlibat dalam praktik sains dan mengembangkan pengetahuan sainstifik dan metode dalam penemuannya melalui pendekatan epistemic. Untuk tujuan tersebut, pendidikan sains diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan sains dan praktik saintifik dengan engineering melalui pembelajaran yang dikenal sebagai Sains Technology Engineering Mathematic (STEM) Education (Gu & Belland, 2015). Pendidikan guru sains oleh karenanya harus siap bertransformasi dalam menyiapkan calon guru sains yang terlatih dan ahli (Kereluik et al., 2013) serta menguasai Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 6 Nomor: 5 Bulan Mei Tahun 2021 Halaman: 720728