Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya ISSN: 2528-7249 (online) ISSN: 2528-7230 (print) DOI : 10.15575/rjsalb.v4i2.8596 https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/Religious Sikap Keberagamaan Masyarakat Muslim Menghadapi Covid-19 Dadang Darmawan 1, *, Deni Miharja 2 , Roro Sri Rejeki Waluyojati 3 , Erni Isnaeniah 4 1 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia; e-mail: dadangdarmawan@uinsgd.ac.id 2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia, e-mail: denimiharja@uinsgd.ac.id 3 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia, e-mail: rorosrirejekiwaluyojati@uinsgd.ac.id 4 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia, e-mail: erniisnaeniah@uinsgd.ac.id * Correspondence Received: 2020-03-27; Accepted: 2020-05-27; Published: 2020-05-30 Abstract: The purpose of this study is to describe the religious attitudes of the Muslim amid COVID- 19 outbreak. Many muslims are very depressed, because the government and related authorities are trying to ban worship activities in mosques during COVID-19 pandemic. Many Muslims find it hard to leave their custom of worship together at the mosque. Many of them are still praying together in the mosque. This phenomenon is the object of the study. The results show that the pattern of worship activities carried out by Muslims amid COVID-19 pandemic has changed. At the surface level, it appears that mosques tend to be empty and closed. At a deeper level, we see a unique pattern that involves four variables: the obligation of worship, the worship participation, the encouragement of social distancing, and the rationality of Muslims. Keywords: Religious attitude; COVID-19; Social Distancing; Rationality; Muslim community. Abstrak: Kajian ini bermaksud menguraikan sikap keberagamaan masyarakat muslim di tengah wabah corona virus desease 2019 (COVID-19). Masyarakat beragama saat ini sangat tertekan, terkait dengan kegiatan ibadah yang biasa mereka lakukan, terlebih ketika suatu daerah sudah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kegiatan berjamaah di masjid pun dibatasi bahkan tidak diperbolehkan. Namun demikian masih banyak umat Islam yang merasa berat untuk meninggalkan kebiasaan mereka beribadah bersama di Mesjid. Masih banyak umat Islam di masa pandemic yang shalat lima waktu berjamaah, shalat jum’at, shalat tarawih berjamaah dan shalat Idul Fitri. Fenomena inilah yang menjadi objek kajian tulisan ini. Hasil kajian yang diperoleh menunjukkan fakta bahwa kegiatan ibadah yang dilakukan oleh masyarakat beragama pada saat pandemi COVID-19 mengalami perubahan. Di tataran permukaan ibadah umat Islam yang awalnya hingar bingar bersifat terbuka di ruang publik saat ini cenderung sepi dan tertutup. Di tataran yang lebih dalam terlihat pola yang unik yang melibatkan empat variable, yakni level ibadah, tingkat partisipasi, anjuran social distancing, dan rasionalitas umat Islam. Kata Kunci: Sikap Keberagamaan; COVID-19; Social Distancing; Rasionalitas; dan Masyarakat Muslim. 1. Pendahuluan Covid-19 pertama kali muncul di Cina pada akhir tahun 2019 dan mengagetkan seluruh dunia (Daga et al., 2019; Woznitza et al., 2019) kemudian ditetapkan oleh WHO sebagai pandemic pada Maret 2020, seiring semakin banyak negara yang mengalami kasus tersebut (Cucinotta & Vanelli, 2020; Spinelli & Pellino, 2020). COVID-19 hingga akhir Maret 2020 sudah merebak di 188 negara dengan jumlah 331.273 orang positif terinfeksi, 97.847 orang yang sembuh dan 13.069 orang meninggal dunia. Di Indonesia sendiri sudah mencapai 510 terinfeksi, 20 orang sembuh dan 38 meninggal dunian (23 Maret 2020). Negara-negara di dunia berkejaran dengan waktu untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Sebagian negara akhirnya melakukan upaya penjarakan fisik dan sosial (social and