Jurnal Kedokteran dan Kesehatan: Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Volume 10, No 1. 2023/DOI: 10.32539/JKK.V10I1.19818 p-ISSN 2406-7431; e-ISSN 2614-0411 RISIKO TERJADINYA EKIMOSIS PADA PENYAKIT GRAVES: SEBUAH KAJIAN LITERATUR 1,2* Liauw Djai Yen, 3 Clarisa Silviany, 3 Audie Djiady, 3 Ditalia Benezia, 3 Elsa Auriella Gunawan, 3 Inge Wijayanti Herman, 3 Karenina Novani Sugondo, 3 Lydia Esterlita Halim, 3 Putri Yizrahya Sitanggang, 3 Sheila Febrilia, 3 Theresia Radinda Wahyudi 1) Departemen Forensik dan Medikolegal FKIK UKRIDA - Jakarta; 2) Departemen Forensik dan Medikolegal RSU Kabupaten Tangerang - Tangerang; 3) FKIK UNIKA Atma Jaya - Jakarta Email: clarisa.silviany14@gmail.com Received 12 Desember 2022; accepted 12 Januari 2023; published 20 Januari 2023 Abstrak Penyakit Graves merupakan kelainan autoimun pada kelenjar tiroid yang umum terjadi. Ekimosis sendiri bukan merupakan gejala yang umum dikenali sebagai penyakit graves. Sehingga pada kasus kematian akibat penyakit graves, ekimosis dapat diduga sebagai sebuah kekerasan. Dengan demikian, kajian literatur ini bertujuan untuk meninjau bagaimana risiko terjadinya ekimosis pada pasien dengan penyakit Graves serta memahami apa yang harus dilakukan untuk menghindari terjadinya kesalahan penilaian oleh tenaga kesehatan. Studi ini merupakan kajian literatur dengan menelusuri sumber dari beberapa database dan mendapatkan sejumlah tujuh literatur terkait hipertiroid dan memar. Berdasarkan kajian literatur ini, tingginya kadar imunoglobulin G (IgG) yang berikatan dengan trombosit berhubungan dengan memar dan trombositopenia pada penyakit Graves. Penggunaan Propylthiouracil (PTU) dosis tinggi meningkatkan risiko terjadinya epistaksis spontan hingga ekimosis multipel. Pada penyakit Graves, hormon tiroid juga dapat meningkatkan aktivasi fagosit dari sistem retikuloendotelial yang menyebabkan trombositopenia dan berujung pada timbulnya ekimosis. Kata kunci: ekimosis, memar, penyakit Graves, hipertiroid, trombositopenia Abstract Risk of Ecchymosis in Graves’ Disease: a Literature Review. Graves Disease is a common autoimmune disorder of the thyroid gland. Ecchymosis is not commonly recognized as Graves disease. In the cases of death from Graves’ disease, ecchymosis could be suspected as violence. Thus, this study was conducted to review how ecchymosis and Graves’ disease are related and to comprehend what must be done to avoid misjudgment by health workers. The authors reviewed literature from several databases and identified seven reports that provide explanations related to hyperthyroidism and bruising. Based on this literature review, high levels of platelet-bound immunoglobulin G (IgG) are associated with bruising and thrombocytopenia in Graves’ disease. The use of high doses of Propylthiouracil (PTU) increases the risk of spontaneous epistaxis to multiple ecchymoses. In Graves' disease, thyroid hormone increases phagocyte activation of the reticuloendothelial system which causes thrombocytopenia and leads to ecchymosis. Keywords: ecchymosis, bruising, Graves disease, hyperthyroidism, thrombocytopenia 1. Pendahuluan Penyakit Graves adalah kelainan autoimun yang menyebabkan kerja organ tiroid menjadi berlebihan sehingga menyebabkan kelebihan produksi hormon tiroid, yang disebut juga dengan hipertiroidisme. 1 Hipertiroidisme dapat menyebabkan keadaan tirotoksikosis, yaitu keadaan klinis tingginya kadar hormon tiroid (T3 dan/atau T4) yang bersirkulasi secara tidak semestinya di dalam tubuh. 2 Penyakit Graves merupakan penyakit yang dapat menyerang