VOKAL Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 Mei (2022) 38 | JURNAL ILMIAH BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 1, No. 1, Mei (2022) EDUKASI MENGENAI INFORMASI BOHONG (HOAKS) DI KALANGAN GURU BERBASIS LITERASI Brillianing Pratiwi 1) , Mohammad Adning 2) 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Terbuka bpratiwi@ecampus.ut.ac.id 2 Doctoral Researcher, Brunel University London, The UK mohamad.adning@brunel.ac.uk artikel diterima 22 April 2022, direvisi 17 Mei 2022, disetujui 27 Mei 2022 Abstract The purpose of this study was to analyze the educational needs of teachers regarding hoaxes and provide preventive measures to prevent hoaxes among teachers. This study uses a qualitative method with a case study approach. The results of this study indicate the importance of education programs regarding hoax information among teachers so that teachers do not immediately conclude the contents of the news without reading in detail about the contents of the news. In addition, teachers have more literacy awareness in seeking clarification of the truth about a hoax, reducing the rapid spread of hoaxes, and being able to spread digital literacy skills to students. Teachers as professionals have a strategic role to realize the vision of learning implementation. The development of science and technology brings logical consequences to the orientation of the development of teacher professionalism. The conclusion of this study is that a teacher needs to have digital literacy skills so that they are able to disseminate correct information. Key words: hoax, teacher, literacy, digital, education Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan edukasi guru mengenai informasi bohong (hoaks) dan memberi upaya preventif dalam pencegahan hoaks di kalangan guru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya program edukasi mengenai informasi berita bohong (hoaks) di kalangan guru agar guru tidak langsung menyimpulkan isi berita tanpa membaca secara rinci tentang isi berita. Selain itu, guru lebih memiliki kesadaran literasi dalam mencari klarifikasi kebenaran tentang suatu hoaks, mengurangi penyebaran hoaks yang pesat, serta mampu menyebarkan kemampuan literasi digital ke peserta didik. Guru sebagai tenaga profesional memiliki peran strategis untuk mewujudkan visi penyelenggaraan pembelajaran. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa konsekuensi logis terhadap orientasi perkembangan profesionalitas guru. Simpulan penelitian ini adalah seorang guru perlu mempunyai kemampuan literasi digital sehingga mampu menyebarkan informasi yang benar. Kata kunci: hoaks, guru , literasi, digital, edukasi PENDAHULUAN Salah satu ciri peradaban yang maju yakni semakin cepatnya perkembangan dunia teknologi dan semakin mudahnya mengakses informasi. Pesatnya teknologi seiring dengan permintaan informasi. Masyarakat membutuhkan informasi yang cepat. Beberapa pihak memanfaatkan dengan menyajikan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, bahkan menyajikan informasi yang bohong. Di lain pihak, keberhasilan pembangunan di masa depan ditandai dengan suksesnya dunia pendidikan. Indikator keberhasilan pendidikan ditandai dengan kompetensi guru yang makin berkualitas. Semakin meningkat kualitas seorang guru maka diharapkan siswa yang menjadi peserta