CONVERGENCE : THE JOURNAL OF ECONOMIC DEVELOPMENT Vol.3, No.1, Hal.66-78, Juli 2021. e-ISSN 2721-625X ISSN 2721-6330 66 PENGARUH JUMLAH DESA WISATA DAN JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN DESA WISATA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA Jurni Hayati Program Studi Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Sosial, Universitas Amikom Yogyakarta, Indonesia jurni.hayati@amikom.ac.id ABSTRACT This study aims to see how the influence of the number of tourist villages and the number of tourist village visits on local revenue in the Province of D.I. Yogyakarta. The data used in this study is secondary data for 2016-2020 obtained from BPS D.I. Yogyakarta. The analysis used is multiple linear analysis with the help of the eviews 10 application. Based on the results of the analysis of the number of tourist villages and the number of tourist visits to tourist villages simultaneously, there is no significant effect on local revenue in the Province of D.I. Yogyakarta. Partially, the variable number of tourist villages has a significant effect on local revenue in the Province of D.I. Yogyakarta, while the variable number of tourist visits to tourist villages has no significant effect on local revenue in the Province of D.I. Yogyakarta. Keywords : PAD 1 , Desa Wisata 2 , Wisatawan 3 PENDAHULUAN Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 menyatakan bahwa otonomi daerah adalah hak, wewenang dan kewajiban daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Otonomi daerah bertujuan untuk memaksimalkan pembangunan daerah. Pembangunan ekonomi dilakukan dengan cara meningkatkan pertumbuhan ekonominya. peningkatan pendapatan asli daerah termasuk peningkatan perekonomian daerah (Dewi dkk, 2021). Menurut Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004, Pendapatan asli daerah adalah pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pendapatan asli daerah sebagai salah satu indikator dari kemandirian otonomi daerah. Semakin besar pendapatan asli daerah maka semakin dinilai mandiri daerah dalam mengambil keputusan dan kebijakan pembangunan (Dewi dan Adi, 2021). Setiap daerah berupaya mengoptimalkan pembangunan daerah agar dapat meningkatkan pendapatan asli daerah. Peningkatan pendapatan asli daerah secara konsisten dan memadai