259 METODE PENENTUAN UMUR FUNGSIONAL SELANG KOMPOR GAS LPG Method for Determining the Functional Life of LPG Gas Stove Hose Biatna Dulbert Tampubolon, Endi Hari Purwanto, dan Ary Budi Mulyono Pusat Riset dan Pengembangan SDM, Badan Standardisasi Nasional Puspiptek Serpong, Gedung 430, Lt.2, Jl.Raya Serpong-Muncul, Tangerang Selatan, Provinsi Banten e-mail: dulbert@bsn.go.id, endi@bsn.go.id, arybudi@bsn.go.id Diterima:12 April 2021-, Direvisi: 10 Juni 2021, Disetujui: 30 November 2021 Abstrak Kebocoran selang karet atau elastomer Liquefied Petroleum Gas (LPG)merupakan penyebab utama kebakaran berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya. Hal ini disebabkan belum adanya pencantuman masa kadaluarsa (umur fungsional) selang LPG dalam SNI 7213:2014. Pencantuman umur fungsional selang LPG membutuhkan pendekatan perhitungan umur fungsional. Baik standar internasional, standar nasional, dan tataran ilmu pengetahuan belum membahas ranah ini atau menentukan pendekatan perhitungan umur fungsional selang LPG. Penelitian ini bertujuan mengusulkan metode penentuan umur fungsional khusus untuk produk selang LPG, dengan mempertimbangkan segala aspek penggunaan dari produk tersebut. Metode yang digunakan adalah eksploratif deskriptif dengan kombinasi metode Arrhenius dan metode dalam SNI sebagai titik tolak. Hasilnya diperoleh 3 pendekatan, yaitu: 1) Pendekatan metode Arrhenius, 2) Pendekatan sampel tidak terkondisi, dan 3) Pendekatan sampel terkondisi. Peneliti menyarankan bahwa metode pendekatan sampel tidak terkondisi sangat sesuai digunakan jika variasi selang LPG cukup tinggi karena memerlukan waktu yang relatif cepat, sampel yang mencerminkan kondisi sebenarnya dan biaya yang tidak mahal, adapun metode Arrhenius dan metode pendekatan sampel terkondisi lebih cocok digunakan ketika produk sebelum dilepas ke pasar. Kata kunci: umur fungsional, selang LPG, metode, Standar Nasional Indonesia Abstract Liquefied Petroleum Gas (LPG) rubber or elastomeric hose leaks are among major causes of fires based on previous studies. This is due to the absence of inclusion of the expiration period (functional life) of LPG in SNI 7213: 2014. Inclusion of the functional life of LPG hoses requires an approach to calculating functional life. Neither international standards, national standards, and science have yet to address this domain or determine the approach to calculating the functional life of the LPG hose. This study aims to propose a special functional life determination method for LPG hose products, by considering all aspects of the use of the product. The method used is descriptive exploratory with a combination of the Arrhenius method and the SNI method as a starting point. The results obtained 3 approaches, namely: 1) Arrhenius method metode approach, 2) Unconditioned sample approach, and 3) Conditioned sample approach.The researcher suggests that the unconditioned sample approach method is very suitable to be used if the LPG hose variation is high because it requires a relatively fast time, the sample reflects the actual conditions and the cost is not expensive, while the Arrhenius method and the conditioned sample approach method are more suitable to be used when the product is released before it is released to the market. Keywords: functional life, LPG hose, metode, Indonesia National Standard 1. PENDAHULUAN Kerentanan selang karet LPG diduga kuat sebagai salah satu penyebab kebakaran (Kusriyanto, 2018; Dewi & Somantri, 2018). Selang karet dalam masa pakainya akan terus mengalami degradasi mutu atau kinerja, seiring dengan tingkat paparan kontaminasi yang dialaminya. Kontaminasi yang mempercepat proses kemunduran mutu atau kinerja selang karet diantaranya adalah tingkat paparan panas matahari, panas kompor, tingkat paparan suhu dingin, pengaruh mikrobiologi, banyaknya tekukan selang, paparan ozon, paparan minyak masak, paparan pentana dan butana (Samsuri, 2010). Selang karet yang berkualitas baik mempunyai tampilan visual yang halus, tidak mengalami kerusakan/penyok, tidak retak/sobek dan elastis (Syukur, 2011). Adanya degradasi kualitas selama penggunaan dan kontaminasi lingkungan, membuat selang karet mengalami pemuaian materi. Pemuaian material karet menghasilkan struktur material karet yang kering dan mengeras sehingga terjadi retakan di material karet selang akibat perubahan suhu (Hulme, 2012). Keretakan