1353 PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD NEGERI 2 GLAGAH TAHUN PELAJARAN 2020/2021 TEMON Diyah Kurniasih 1 , Vita Istihapsari 2 , Dadang Adan Afriady 3 1 SD Negeri 2 Glagah 2 Universitas Ahmad Dahlan 3 SD Muhamadiyah Wirabrajan 3 Email coresponden: diyahkurniasih94@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keaktifan peserta didik pada mata pelajaran IPA kelas V SD Negeri 2 Glagah, Temon, Kulon Progo menggunakan model Cooperative Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Desain PTK menggunakan model Kemmis dan Taggart yang meliputi perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi dan Tes. Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Setelah dilakukan penelitian diperoleh hasil yang menunjukkan adanya peningkatan keaktifan siswa kelas V SD Negeri 2 Glagah pada Mata Pelajaran IPA dengan persentase pada siklus pertama 52% pda kategori sedang kemudian mengalami peningkatan pada siklus kedua dengan prosentase 61% pada kategori tinggi. Selain keaktifan siswa yang mengalami peningkatan, hasil belajar yang diperoleh peserta didik pun juga meningkat yaitu dengan prosentase pada siklus pertama 65% termasuk kategori tinggi dan pada siklus kedua meningkat menjadi 81% termasuk pada kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil yang diperoleh oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa pembelajaraan kooperatif mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik. Kata kunci: Keaktifan, Hasil Belajar, IPA, Kooperatif. PENDAHULUAN Sejak lahir manusia selalu melakukan aktivitas belajar. Belajar merupakan suatu proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam wujud perubahan tingkah laku dan kemampuan bereaksi yang relatif permanen karena adanya interaksi individu dengan lingkungan (Sugihartono, 2012: 74). Menurut Thursan Hakim (2005: 1) belajar merupakan proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebisaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain-lain kemampuan. Pada proses pembelajaran di sekolah khususnya di kelas interaksi antara guru dan siswa sangat penting. Komunikasi antar keduanya dapat dijadikan indikator sampai sejauh