INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT SUKU MUNA DAN SUKU TALUKI (Studi Kasus di Desa Lapole Kecamatan Maligano Kabupaten Muna) Oleh: Suriadi Ningrat, Bahtiar, dan Tanzil Abstrak Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui bentuk interaksi sosial yang terjadi antara suku Muna dengan suku Taluki di Desa Lapole. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa interaksi sosial masyarakat suku Muna dan suku Taluki diperoleh kesimpulan bahwa bentuk interaksi sosial yang terjadi antara suku Muna dengan suku Taluki di Desa Lapole Kecamatan Maligano meliputi kerjasama, persainagan, gejala konflik dan akomodasi. Kerjasama antara, yaitu kerjasama dalam bidang ekonomi dan kerjasama dalam bidang sosial budaya, kemudian persaingan yang terjadi antara suku muna dan suku taluki terbagi dalam dua bentuk persaingan, yaitu persaingan dalam bidang ekonomi dan persaingan dalam bidang organisasi sosial dan status sosial. Gejala konflik yang terjadi antara suku muna dan suku taluki di Kecamatan Maligano disebabkan karena masalah individu antara pemuda-pemudi, kemudian akomodasi, yaitu masyarakat suku muna banyak memberikan andil dan pengaruh yang besar bagi tatanan masyarakat yang ada. Kata Kunci: Kerjasama, Persaingan, Konflik, dan Akomodasi PENDAHULUAN Masyarakat Indonesia dikenal dengan masyarakat yang majemuk ( Plural Societies). J.S Furnivall menjelaskan bahwa masyarakat majemuk adalah suatu masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih elemen yang hidup sehari-hari tanpa ada pembauran satu sama lain di dalam satu kesatuan politik (Nurhadiantomo, 2004). Secara kasat mata, kebudayaan yang beragam di Indonesia ini menghasilkan banyak manfaat, dan pada hakekatnya, kebudayaan ini menjadi suatu pola tatanan kehidupan setiap masyarakat, namun demikian, dengan keberadaannya yang berbeda-beda itu, seringkali menjadi senjata atau pemicu terjadinya konflik dan prasangka antar budaya. Konflik yang berlatar belakang perbedaan etnis, suku, agama, dan budaya merupakan masalah yang paling sering terjadi saat ini di Indonesia. Perbedaan struktur sosial, norma-norma, nilai-nilai yang mengatur kehidupan, budaya, doktrin dan sikap mental menjadikan setiap pihak mempunyai gambarannya sendiri tentang apa yang diyakininya. Etnisitas di Indonesia yang sering sekali memicu terjadinya konflik adalah mana kala setiap etnis berusaha untuk mempertahankan apa-apa yang menjadi budaya dalam kelompok etnisnya. Selain masalah tersebut, adapula masalah dominasi yang dilakukan oleh etnis mayoritas terhadap etnis minoritas. Suku Muna di Desa Lapole Kecamatan Maligano pada sekarang ini hamper menguasai berbagai lapisan sosial dalam sendi-sendi kehidupan, baik dalam wilayah perdagangan, pertanian, peternakan, serta para pegawai negeri sipil. Pendudukanya yang banyak menjadikan Suku Muna di Desa Lapole menjadi suku yang besar atau mendominasi di Desa itu, namun pada awalnya Suku Muna di Desa Lapole Neo Societal; Vol. 4; No. 1; Januari 2019 ISSN: 2503-359X; Hal. 615-622