PGM 2002,25: 26-33 Hubungan antara zinc serum dengan status gizi lensia Fitrah Emawati; dkk HUBUNGAN ANTARA ZlNC SERUM DENGAN STATUS GlZl LANSIA Fitrah Emawati; Sri Martuii; Joko Pambudi dan Rustan Efendi ABSTRACT RELATIONSHIP BETWEEN ZlNC SERUM AND NUTRITIONAL STATUS OF ELDERLY PEOPLE Background: The findings of study that 30% in Bogor and 27% in Jakarta of elderly people were undernourished. Malnubnion may occur due to infection and low f a d intake. Among elderly people, one of the factors that causes low food intake is affected by impairment of taste sensory and teeth function. The impairment of taste sensory is influenced by zinc status in the body. Objective8: To collect food consumption panem data of zinc rich fwds, zinc concentration in serum and to analyze assoclatlon of zinc concentration and nutritional status. Methods: Research design was cross sectional, and conducted in two sub districts in Bogor city. The respondents were women in 60.75 vears of aae. no sufferino from illnesses and chmnicaliv disease. The total respondent was 90 people, and divided into three groupsof30 pe&les. Data gatiered included respondent ide;ltity, physkal examinaion, anlhmpomet;y, blood biochemicaland zlnc dietarv consumotion. Resuits: ~inc'dietary consumption adequacy of underweight group was only 30% of recommended dietary allowance, while for normal and overweiaht amuDs were 40% of dietaw allowance. Zinc serum c m n t r a t i i of underweiaht arouD 1 82 uoldl) was not - - .. - significantly differe; un'th "normal group( 85 ugldl), however differed significantly (pc0.05) with overweight group (95 ugldl). Underweightgroup suffered 40% zinc deficiency, 27% for normal and only 7% for overweight group. Conclusions: Zinc deficiency was more prevalent in underweight group than that of normal and overweight group. pond Ghl Makan 2002,25: 26-33]. Key Words: zinc serum concentration, zinc dietary consumption, underweight PENDAHULUAN D engan adanya transisi demografi di Indonesia, kelompok lanjut usia (lansia) meningkat jumlahnya. SUPAS-BPS, 1995 memproyek- sikan pada tahun 2000 diperkirakan jumlah penduduk usia lanjut sebesar 7,4 % atau sekitar 15,5 juta. Sementara itu, Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT,1995) menjumpai masalah anemia pada usia >60 tahun sebesar 59.8% pada laki-laki dan 49.8% pada perempuan, serta gangguan periodental sekitar 60%. Hasil penelitian di beberapa pedesaan di Bogor menunjukkan bahwa kecukupan energi Lansia laki- laki hanya sekitar 70% dari AKG dan 30% dari mereka mempunyai index masa tubuh < 18,5 kglm2 (1). Begitu pula penelitian yang dilakukan oleh Juguan di daerah Urban Jakarta mengungkapkan bahwa 26.6% Lansia menderita KEP(kurang energy protein) dengan index masa tubuh (IMT) <18,5 kglm2 (2). Masaiah tersebut biia dibiarkan betlarut larut dapat mempenga~hi biaya pelayanan kesehatan dan kualitas hidup Lansia. KEP dapat tejadi karena adany3 infeksi dan atau rendahnya asupan zat gizi makanan. Pada Lansia, salah satu faktor rendahnya asupan zat gizi makanan disebabkan oleh turunnya nafsu makan yang dipenga~hioleh fungsi pengecap dan gigi geligi. Penurunan fungsi pengecap tenebut sangat dipenga~hi oleh ketenediaan zinc (3). Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian suplementasi zinc pada lansia penderita 'Hypogeusia dan Dysgeusia" yang berhasil disembuhkan ( 5 , l l ) . Berdasarkan fakta-fakta tersebut diatas, telah diteliti hubungan antara asupan zat zinc dan kadar zinc dalam serum dengan status gizi Lansia. BAHANDANCARA Desain dan Lokasi Desain penelitian ini adalah 'cr~~~ecfioneP. Penelltian dilakukan di dua Kelurahan di Kotamadya Bogor. Pemilihan lokasi didasarkan atas pertimbangan tingginya jumlah lansia. Lansia perempuan usia 6075 tahun, sehat dan tidak mempunyai penyakit infeksi menahun serta benedia ikut dalam penelitian tersebut. Jumlah brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by e-Journal Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan / National Institute of...