Analisis Potensi Daerah Resapan Air Kota Padang ..............................................................................................................(Guvil et al.) 671 ANALISIS POTENSI DAERAH RESAPAN AIR KOTA PADANG (Analysis Of Potential Areas Of Water Response In Padang City) Quinoza Guvil, Dwi Marsiska Driptufany, dan Syahri Ramadhan Program Studi Teknik Geodesi Institut Teknologi Padang, Indonesia Padang, Sumatera Barat, Indonesia E-mail: quinozaguvil@gmail.com ABSTRAK Kota Padang adalah kota dengan kekerapan hujan dan curah hujan yang cukup tinggi. Pembangunan di Kota Padang berbanding terbalik dengan daerah resapan air sehingga air hujan tergenang dan terjadi banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengestimasi sebaran kawasan resapan air berbasis penggunaan lahan aktual di Kota Padang berdasarkan data parameter spasial seperti curah hujan, kemiringan lereng, peta jenis tanah, dan penggunaan lahan yang diperoleh dari data citra landsat 8 OLI dengan metode klasifikasi berbasis objek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode skoring dan tumpang susun atau overlay. Penelitian ini memetakan sebaran kondisi daerah resapan air berdasarkan kondisi saat ini, penentuan daerah yang ditetapkan sebagai zona resapan air Kota Padang menggunakan metode kombinasi skoring dan aritmatik dalam analisis spasial. Hasil analisis menghasilkan enam kelas kondisi potensi daerah resapan air, yang terdiri dari kondisi baik, normal alami, mulai kritis, agak kritits, kritis dan sangat kritis. Kondisi kawasan resapan air dengan luasan terbesar yaitu seluas 69,79% dari luas wilayah daerah penelitian terdapat pada kondisi resapan baik. Kawasan ini tersebar di wilayah timur Kota Padang yang merupakan wilayah pegunungan dengan ketinggian bervariasi dan sangat curam yaitu >1000 mdpl. Kawasan potensi resapan air Kota Padang masih berfungsi baik dengan luasan terbesar terdapat di Kecamatan Koto Tangah seluas 16870,288 ha. Semakin baik infiltrasi suatu parameter maka semakin baik pula resapan air suatu kawasan. Kata kunci: Daerah Resapan Air, Penggunaan Lahan Aktual, SIG, Skoring ABSTRACT Padang City is a city with high rain frequency and rainfall. The increase in the development of Padang City will be inversely proportional to the reduction of water infiltration areas that make rainwater stagenant on the surface and flooded. The purpose of this study was to estimate the distribution of water infiltration areas based on actual land use in Padang City based on data on spatial parameters obtained from Landsat 8 OLI is scoring and overlaying methods or overlays. Based on the classification of several parameters, namely the type of soil, rainfall, land use, and slope, then it will be overlaid to find out how the potential for water infiltration in the city of Padang through scoring stages. The results of the analysis produced six classes of conditions for the potential of water infiltration areas, which consisted of good, normal natural conditions, beginning to be critical, rather critical, critical and very critical. The condition of the water infiltration area with the largest area is 69.79% of the area of the study area in good catchment conditions. This area is spread in the eastern region of Padang City which is a mountainous region that has varied and very steep heights with an altitude of > 1000 masl. The area of water infiltration potential of Padang City still functions well with the largest area found in Koto Tangah District covering an area of 16870,288 ha. However, the better water infiltration of a parameter, the better the water absorption of an area. Keywords: Water Infiltration Areas, Actual Land Use, GIS, Scoring PENDAHULUAN Kota Padang adalah kota dengan kekerapan hujan dan curah hujan yang cukup tinggi. Pengolahan data curah hujan di tujuh stasiun pengamatan hujan memperlihatkan rata-rata hari hujan 123 sampai 190 hari. Selain itu, Kota Padang terletak di pantai barat pulau Sumatera dengan luas wilayah 694,96 km2 dengan jumlah penduduk berdasarkan sensus tahun 2003 sebanyak 765.450 jiwa. Terdapat 5 sungai besar dan 16 sungai kecil yang melalui kota ini (Sudiar et al, 2013). Kota Padang dalam perkembangannya mengacu kepada kota lama yang terletak di muara sungai Batang Arau dan perkembangan perluasan kota berdasarkan titik pusat kota lama tersebut (Mentayani et al, 2013). Peningkatan pembangunan Kota Padang akan berbanding