Proceeding of The International Conference on Government & Public Affairs 2016 (ICOGPA2016)
ISBN 978-983-44661-7-6
© 2016 ICOGPA2016
FASILITASI BUDAYA MASYARAKAT DESA PESISIR DAN PERBATASAN DALAM
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT
DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU
Endri Sanopaka, Yendo Afgani @Eusoff
1
, Suhardi Mukhlis, Nurbaiti Usman Siam, Ferizone
2
1
Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji, Tanjungpinang, Indonesia
2
Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji, Tanjungpinang, Indonesia
Abstrak: Program-program pemerintah baik di tingkat pusat dan ditingkat Provinsi serta
Kabupaten/Kota dalam memberdayakan masyarakat desa seringkali hasilnya seperti menabur garam
dilautan. Program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang diberikan dalam bentuk pinjaman lunak,
kelompok ekonomi bersama, koperasi, dan juga lembaga keuangan mikro belum dapat membuat
kemandirian masyarakat desa dalam meningkatkan pendapatan mereka. Salah satu faktor yang
menyebabkan kegagalan tersebut adalah pengabaian atas aspek budaya (kebiasaan) masyarakat pesisir
dan perbatasan di Kepulauan Riau. Penelitian ini bertujuan untuk menawarkan sebuah integrasi sistem
ekonomi diantara masyarakat desa, pemerintah desa, serta tauke dalam pengembangan ekonomi
masyarakat didesa. Konsep integrasi ini memanfaatkan kebijakan pemerintah yang telah dikeluarkan
melalui Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa yang memberikan kesempatan kepada Desa
Untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa dengan memanfaatkan potensi ekonomi yang ada di desa.
Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dilakukan secara partisipatif melalui pengamatan
lansung dilapangan serta wawancara mendalam, dan dilengkapi dengan data-data sekunder. Kajian ini
menemukan bahwa karakteristik masyarakat desa di pesisir dan perbatasan sudah menjadi bagian dari
siklus hidup yang sulit untuk dilakukan perubahan, terutama dalam merubah pola hidup ekonomi
masyarakat didesa. Oleh karena itu perlu dilakukan pengintegrasian diantara stakeholder didesa dalam
membangun ekonomi masyarakat desa yang lebih mandiri melalui Badan Usaha Milik Desa
Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Budaya, Desa Pesisir dan Perbatasan, BUMDes, Kepulauan Riau
1. Pendahuluan
Masyarakat melayu identik sebagai
masyarakat pesisir. Mereka tinggal sebagian
besar berada di atas air atau tepatnya
membangun rumah di tepi pantai dengan
konstruksi rumah panggung. Kebiasaan ini
sudah berlangsung secara turun temurun
tanpa ada alasan yang pasti mereka tidak
mau tinggal didaratan. Kebiasaan mereka
tinggal diatas laut seringkali menyulitkan
pencapaiaan target program-program
brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk
provided by UUM Repository