PENGETAHUAN TENTANG STRATEGI PEMBELAJARAN, SIKAP, DAN MOTIVASI GURU Dadan Suryana Universitas Negeri Padang, Kampus UNP Jl.Prof Hamka Air Tawar Padang e-mail : dadan.suryana@yahoo.com Abstract: Knowledge of Instructional Strategies, Teaching Attitudes and Teacher’s Motivation. This study aimed to describe the influence of teachers' knowledge of instructional strategies, teaching attitudes, and teachers’ motivation on learning outcomes through survey method. The sample was 25 kindergarten teachers. The data were collected using questionnaires, interviews, and document analysis. The results show that knowledge of instructional strategies, teaching attitudes, and teachers’ motivation to teach directly influence the students’ learning outcomes. Keywords: knowledge; instructional strategies; teaching attitudes; teacher’s motivation Abstrak: Pengetahuan tentang Strategi Pembelajaran, Sikap dan Motivasi Guru. Penelitian ini ber- tujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pengetahuan tentang strategi pembelajaran, sikap dan motivasi guru terhadap hasil belajar anak melalui metode survai. Sampel penelitian adalah 25 orang guru Taman Kanak-kanak di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan penyebaran angket serta dukungan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang strategi pembelajaran, sikap dan motivasi guru berpengaruh langsung terhadap hasil belajar anak. Kata kunci: pengetahuan, sikap, motivasi, hasil belajar Anak usia dini memiliki lima aspek perkembangan, yaitu perkembangan nilai agama dan moral, kognitif, bahasa, fisik motorik, dan sosial-emosional (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 58 tahun 2009). Aspek-aspek perkembangan tersebut harus mendapat- kan stimulasi optimal dari lingkungan sekitar. Stimulasi pembelajaran yang dilakukan di sekolah merupakan salah satu stimulus yang dapat mengembangkan aspek- aspek tersebut di atas. Eliason dan Jenkins (2008) menyatakan bahwa pengembangan kognitif, bahasa, dan keaksaraan dapat membentuk kemampuan ber- pikir dan membangun pemahaman. Seluruh aspek perkembangan di atas harus mendapatkan stimulasi yang maksimal dan optimal melalui kegiatan pem- belajaran yang bermakna bagi anak yang melibatkan orang tua, guru dan sekolah. Kegiatan pembelajaran anak usia dini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk pelayanan. Pelayanan yang umum untuk anak usia empat sampai enam tahun diberikan pada tingkat Taman Kanak-kanak. Taman Kanak-kanak adalah sebuah lembaga pelayanan anak formal (pasal 28 ayat 3 Un- dang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). Taman Kanak-kanak menjadi lembaga formal yang melayani anak usia empat sampai enam tahun dengan tujuan untuk mengembangkan setiap aspek perkembangan yang dimiliki anak melalui kegiatan- kegiatan pembelajaran yang menyenangkan. Pelayanan setiap perkembangan anak dilakukan oleh tenaga pen- didik dan tenaga kependidikan. Tenaga pendidik seba- gai seorang guru bertanggung jawab terhadap tumbuh- kembang anak di sekolah. Guru dapat melakukan ker- jasama dengan orang tua sebagai upaya terjadinya sinergi berkelanjutan dalam rangka memberikan usaha yang maksimal dan optimal dalam memberikan tum- buh kembang anak baik di rumah maupun di sekolah. Pembelajaran yang bermakna bagi anak usia dini harus dilihat dari beberapa prinsip, yaitu anak harus memiliki kesiapan secara umur, kemampuan fisik, kematangan mental dan emosional; dikemas dalam bentuk bermain dan permainan; banyak melibatkan anak; menyenangkan; dan ditunjang oleh lingkungan pembelajaran yang banyak memberikan pengalaman serta wawasan yang berkesan. Pembelajaran seperti itu akan berdampak terhadap perkembangan kognitif, perkembangan bahasa dan keaksaraan, fisik-motorik, 196