15 Prediksi Tingkat Financial Distress Perusahaan BUMN Karya dengan Metode Altman Z-Score, Springate dan Zmijewski Arief Fadilah 1* , Ina Ratnasari 2 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Singaperbangsa Karawang 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya *1610631020051@student.unsika.ac.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja keuangan beberapa perusahaan dan untuk mengetahui apakah terdapat indikasi kebangkrutan pada perusahaan dengan menggunakan analisis model Altman Z-Score, Springate dan Zmijewski, mencari model yang lebih akurat dan seberapa besar perbedaan akurasi dari ketiga model tersebut adalah. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan BUMN Karya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2015-2020. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 4 perusahaan BUMN Karya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2015-2020. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh, yaitu pengambilan sampel menggunakan semua populasi tanpa pertimbangan tertentu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akurasi model dengan tingkat akurasi tertinggi adalah model Springate sebesar 100% dan kemudian Zmijeski dengan tingkat akurasi sebesar 20,9%. Selanjutnya model Altman dengan tingkat akurasi 16,6%. Kata Kunci: Financial Distress, Altman Z-Score, Springate, Zmijewski.. Pendahuluan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan suatu bentuk investasi pemerintah yang mengelola hajat hidup orang banyak. Perusahaan BUMN terdiri dari 140 perusahaan yang terbagi dalam 13 bidang usaha didalam BUMN. BUMN bidang konstruksi (KARYA) merupakan perusahaan milik negara yang fokus bergerak dibidang pekerjaan konstruksi. Dalam Undang- Undang no 18 tahun 1999 tentang usaha kontruksi menyatakan bahwa yang dimaksud pekerjaan kontruksi adalah suatu keseluruhan maupun sebagian serangkaian kegiatan perencanaan dan pelaksanaan beserta pengawasan yang mencakup pekerjaan arsitektur, civil, mekanikal elektrikal dan tata lingkungan masing-masing beserta kelengkapannya dalam mewujudkan suatu bangunan maupun bentuk fisik yang lainnya (Fiandy Giono Saputro, 2015). Sektor konstruksi adalah salah satu sektor andalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan selalu dituntut untuk tetap meningkatkan kontribusinya melalui tolak ukur terhadap PDB nasional. Berberapa model prediksi yang dikembangkan oleh peneliti untuk membantu para investor dan kreditur untuk memilih perusahaan tempat menaruh dana agar tidak terjebak ke dalam masalah financial distress tersebut. Terdapat berbagai alat untuk menganalisis kebangkrutan, namun alat untuk menganalisis kebangkrutan yang banyak digunakan adalah analisis model Altman Z-Score, Springate S-Score dan Zmijewski X-Score. Alasan ketiga model analisis tersebut banyak digunakan adalah karena ketiga model analisis tersebut relatif mudah untuk digunakan dan juga mempunyai tingkat akurasi yang cukup tinggi untuk prediksi potensi kebangkrutan suatu perusahaan, sehingga dapat membantu memprediksi suatu perusahaan sebagai penilaian dan pertimbangan akan suatu kondisi perusahaan. Penelitian mengenai analisis finansial distress telah dilakukan oleh berberapa peneliti sebelumnya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Puput Melissa dan Haposa Banjarnahor (2020) Hasil penelitian menunjukan bahwa Model Altman Z-Score dapat memprediksi secara tepat sebanyak 45 dari 50 sampel dengan tingkat akurasi 90%, sisanya sebanyak 5 sampel diprediksikan secara tidak tepat, tingkat kesalahan sebesar 10%. Model Springate dapat memprediksikan secara tepat 49 dari 50 sampel dengan tingkat akurasi 98%. Sisanya sebanyak 1 sampel diprediksikan secara tidak tepat. Model Zmijewski dapat memprediksikan secara tepat sebanyak 40 dari 50 sampel tingkat akurasi model ini sebesar 80%. Sisanya sebanyak 10 sampel diprediksikan secara tidak tepat.