16 UG JURNAL VOL.14 NO.1 ANALISIS PENGARUH KOMPETENSI DAN PELATIHAN BIDAN TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM SKRINING PREEKLAMPSIA DI PUSKESMAS WILAYAH KABUPATEN GRESIK Kasyafiya Jayanti Universitas Gunadarma, kasyafiyajayanti@staff.gunadarma.ac.id ABSTRAK Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik telah melakukan berbagai upaya dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, salah satunya adalah dengan membentuk program skrining preeklampsia. Pelaksanaan program skrining preeklampsia tesebut masih belum berjalan optimal, hal ini dapat diketahui dari kasus preeklampsia yang masih menjadi penyebab utama kematian ibu di Kabupaten Gresik, selain itu jumlah kejadian preeklampsia cenderung mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir. Hal tersebut memberian gambaran bahwa terdapat permasalahan pada pelaksanaan program skrining preeklampsia. Salah satu yag mempengaruhi pelaksanaan program skrining preeklampsia adalah tenaga bidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan pelatihan bidan terhadap pelaksanaan program skrining preeklampsia. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasioanl dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah 53 bidan yang bertugas di 19 puskesmas di wilayah Kabupaten Gresik. Data kompetensi bidan meliputi tingkat pengetahuan dan sikap yang didapatkan dari wawancara menggunakan kuesioner, pelaksanaan skrining preeklampsia didapatan dari observasi pelaksanaan program skrining preeklampsia meliputi pemeriksaan subjektif yakni usia ibu hamil dan pemeriksaan objektif meliputi pemeriksaan BMI, MAP, ROT. Uji statistik menggunakan regresi logistik (α=0,05). Variabel-variabel yang mempengaruhi kompetesi dan pelatihan bidan tehadap pelaksanaan program skrining preeklampsia di puskesmas wilayah Kabupaten Gresik meliputi tingkat pengetahuan (p=0,05) dan pelatihan (p=0,041). Variabel yang tidak berpengaruh adalah sikap (p=0,057). Tingkat pengetahuan dan pelatihan berpengaruh terhadap pelaksanaan program skrining preeklampsia. Pelaksanaan program skrining preeklampsia masih belum optimal. Bidan dan pihak terkait diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dalam pelaksanaan program skrining preeklampsia. Kata kunci: Preeklampsia, Skrining preeklampsia, Bidan PENDAHULUAN Preeklampsia merupakan gangguan kehamilan yang spesifik dan masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi diseluruh dunia. Potensi kejadian preeklampsia saat kehamilan adalah sebesar 2% sampai dengan 8% (American College of Obstetricians and Gynecologists, 2013). Preeklampsia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal dan neonatal, dengan estimasi 50.000-60.000 kematian pertahun di dunia (Nwanodi, 2016; Roberts et al, 2013). Pada tahun 2014, didapatkan proporsi penyebab terbanyak angka kematian Ibu di Provinsi Jawa Timur, Indonesia adalah preeklampsia-eklampsia 29,9% dan perdarahan (26,12%) (Gumilar, 2014). Salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang memiliki angka kejadian preeklampsia yang tinggi dan mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir adalah Kabupaten Gresik. Jumlah kejadian preeklampsia di Kabupaten Gresik cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya (Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, 2016). Kasus preeklampsia/ eklampsia merupakan penyebab kematian maternal terbanyak di Kabupaten Gresik brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Gunadarma University: Ejournal UG