203 Study of Existence and Biodiversity of Ferns (Pteridophyta) in The Situ Gintung Area, South Tangerang City Studi Keberadaan dan Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Kawasan Situ Gintung, Kota Tangerang Selatan Muhammad Ridhwan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta muhammad.ridhwan@uinjkt.ac.id Evi Muliyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Alvin Kusuma Hapsari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Diski Welani UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Abstract tu Gintung merupakan danau buatan yang memiliki ruang terbuka hijau, berpotensi menyimpan keanekaragaman hayati tinggi. Studi mengenai potensi keanekaragaman hayati di area Situ Gintung masih sangat terbatas, terutama tumbuhan tingkat rendah seperti paku-pakuan. Tumbuhan paku (Pteridophyta) tergolong jenis tumbuhan berspora, bersifat homospor, tidak berbiji, tidak berbunga sehingga persebarannya cukup luas Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keberadaan dan keanekaragaman tumbuhan paku di kawasan Situ Gintung, Kota Tangerang Selatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode eksplorasi atau jelajah secara langsung (Cruise Method). Hasil identifikasi keanekaragaman tumbuhan paku yang ada di Kawasan Situ Gintung diperoleh sebanyak 6 jenis suku dan 10 spesies, yaitu Adiantum capillus-veneris, Asplenium nidus L., Nephrolepis biserrata, Phymatosorus scolopendria, Lepisorus sp., Phlebodium aureum, Pyrrosia piloselloides L., Pteris cretica L., Pteris vittata, Phegopteris connectilis. Habitat tumbuhan ditemukan di terrestrial dan epifit pada batu atau pohon lain. Parameter fisik lingkungan di kawasan Situ Gintung menunjukkan suhu udara berkisar 33,2 o C 28,3 o C, kelembaban udara sebesar 70 80%, dan intensitas cahaya sebesar 494 572 Lux. Indeks keanekaragaman jenis Pteridophyta yaitu sebesar 2.08 dan berada pada kategori sedang. Keywords: tumbuhan paku, keanekaragaman, Situ Gintung Abstrak Situ Gintung is an artificial lake that has green open space, has the potential to store high biodiversity. Studies on the potential for biodiversity in the Situ Gintung area are still very limited, especially low-level plants such as ferns. Ferns (Pteridophyta) are classified as spore-forming, homosporous, seedless, non- flowering plants, so their distribution is quite wide. This study aims to identify the presence and diversity of ferns in the Situ Gintung area, South Tangerang City. Data collection techniques were carried out through direct exploration or roaming methods (Cruise Method). The results of the identification of the diversity of ferns in the Situ Gintung area were obtained as many as 6 types of families and 10 species, namely Adiantum capillus-veneris, Asplenium nidus L., Nephrolepis biserrata, Phymatosorus scolopendria, Lepisorus sp., Phlebodium aureum, Pyrrosia piloselloides L., Pteris cretica L., Pteris vittata, Phegopteris connectilis. Habitat for plants found on terrestrial and epiphytes on rocks or other trees. Physical environmental parameters in the Situ Gintung area show the air temperature in the range of 33.2 o C - 28.3 o C, humidity of 70-80%, and light intensity of 494-572 Lux. The biodiversity index of Pteridophyta is 2.08 and is in the medium category. Kata kunci: ferns, biodiversity, situ gintung. PENDAHULUAN Danau atau situ merupakan jenis ekosistem yang umumnya terdiri atas ekosistem perairan yang dikelilingi daratan. Ekosistem danau memiliki berbagai fungsi, baik secara ekologis, ekonomis maupun estetis. Selain sebagai daerah resapan, danau juga dimanfaatkan sebagai sumber air bagi aktivitas pertanian, perikanan, air baku, dan sarana pariwisata (Fauzi, 2016).