ASPIRATOR, 6(2), 2014, pp. 55-62
Hak cipta ©2014 - Loka Litbang P2B2 Ciamis
55
Pemanfaatan citra ASTER dalam penentuan dan
verifikasi daerah rawan Demam Berdarah Dengue
(DBD) di Kota Banjar Provinsi Jawa Barat
Utilization of ASTER image in the determination and verification Dengue Hemorrhagic Fever
(DHF) prone areas in Banjar city, West Java
Andri Ruliansyah
, Yuneu Yuliasih, Setiazy Hasbullah
Loka Litbang P2B2 Ciamis, Jl. Raya Pangandaran KM.03, Pangandaran 46396, Jawa Barat, Indonesia
Abstract. Distribution of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) can be viewed from geospatial perspective
elaborating temperature, rain fall, humidity, and certain land uses information. Remote sensing and GIS
approach can be used as effective tool on dengue prevention and control policies. The aim of this study was
to identify vulnerable dengue areas in Banjar, West Java through image verification. This study is an
observational study with cross sectional analysis conducted in Banjar in March to October 2012 with a
sample from the entire population suffering from dengue at all ages as well as environmental conditions.
As for the single sample larvae method. Results showed that the area of DF high vulnerability zones in
Banjar was 18.29%,, moderate zone (63.45%) and less vulnerable zone (18.27%). The map verification was
done high and moderate vulnerability zones were classified into dengue-prone classes, while low
vulnerability zone was grouped into dengue-free zone. In conclusion, the accuracy was reached 94.74% and
it was indicated that dengue cases was mostly spreaded in dengue-prone areas.
Keywords: geographic information system, remote sensing, dengue fever, Banjar city, ASTER
Abstrak. Penyebaran virus Demam Berdarah Dengue (DBD) antara lain dapat diketahui dari perspektif
informasi keruangan (geospasial), yaitu berdasarkan informasi suhu, curah hujan, kelembaban, dan
penggunaan lahan tertentu yang merupakan faktor yang mempengaruhi terjadinya DBD. Usaha
mengetahui faktor risiko diperlukan suatu sistem efektif dan efisien yaitu penggunaan penginderaan jauh
dan sistem informasi geografis sebagai suatu basis data yang dapat digunakan sebagai penentuan
kebijakan pencegahan dan pengendalian DBD. Dikarenakan sistem tersebut dapat melihat trend atau
kecenderungan peningkatan kasus, sehingga pihak pemerintah daerah dapat segera melakukan tindakan
pencegahan pada daerah yang rawan kasus DBD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat peta
penentuan daerah rawan DBD dengan Citra ASTER dan verifikasinya di Kota Banjar, Jawa Barat. Penelitian
ini merupakan penelitian observasi dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Kota Banjar pada
bulan Maret-Oktober tahun 2012 dengan sampel seluruh penduduk yang menderita DBD pada semua umur
beserta kondisi lingkungannya. Sample jentik diambil dengan metode single larva. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa luas zona daerah kerawanan tinggi DBD di Kota Banjar adalah 18,29 %, luas zona
daerah kerawanan sedang 63,45% dan luas zona daerah kerawanan rendah 18,27 % dan setelah dilakukan
verifikasi terhadap peta kerawanan dan jika dilakukan pengelompokkan antara zona kerawanan tinggi dan
zona kerawanan sedang menjadi kelas rawan DBD sedangkan zona kerawanan rendah menjadi zona bebas
DBD. Secara umum (dengan ketepatan mencapai 94,74%) kasus DBD tersebar di daerah rawan DBD.
Kata Kunci: Sistem Informasi Geografis, penginderaan jauh, DBD, kota Banjar, citra ASTER
Naskah masuk: 30 September 2014 | Revisi: 24 Desember 2014 | Layak terbit: 30 Desember 2014
Korespondensi: drirul@yahoo.com | Telp/Faks: +62 (0)8122110173