JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Volume 6, No. 1, Agustus 2022, Page 94-101 ISSN: 2579-7913 -94- ANALISIS KORELASI INDEKS MASSA TUBUH DAN KADAR HB PADA IBU BERSALIN PRE-EKLAMPSIA TERHADAP ASFIKSIA NEONATORUM Selvia Nurul Qomari* 1) , Astik Umiyah 2) , Nurun Nikmah 3) 1,3 Program Studi Kebidanan, STIKes Ngudia Husada Madura, Bangkalan, Indonesia 2 Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy, Situbondo, Indonesia email: selvia_dp09@gmail.com Abstrak Asfiksia masih menjadi salah satu penyebab kematian neonatal tertinggi di Indonesia. Diantara berbagai faktor penyebab, pre-eklampsia pada ibu hamil maupun bersalin diduga menjadi salah satu penyebab asfiksia neonatorum. Kajian faktor risiko dan karakteristik ibu pre-eklampsia terus diteliti untuk mengetahui akibatnya terhadap luaran perinatal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis korelasi antara faktor Indeks massa tubuh (IMT) dan kadar Hb pada ibu bersalin dengan pre-eklampsia terhadap asfiksia neonatorum. Penelitian ini menggunakan desain analitik retrospektif. Populasi yaitu ibu bersalin dengan pre-eklampsia dan bayinya di RS Bunda Surabaya. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampel dan didapatkan sebanyak 30 responden pada bulan April-Mei 2022. Data dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa IMT dan kadar Hb memiliki nilai p-value masing-masing p=0,326 dan p=0,006. Artinya faktor kadar Hb pada ibu bersalin dengan pre-eklampsia menunjukkan korelasi yang signifikan terhadap kejadian asfiksia neonatorum, sedangkan faktor IMT tidak menunjukkan adanya korelasi. Kata kunci: IMT, Hb, pre-eklamsia, asfiksia Abstract Asphyxia is still one of the highest neonatal causes of death in Indonesia. Among the various causative factors, pre-eclampsia in pregnant and maternity women is suspected to be one of the causes of neonatal asphyxia. The study of risk factors and characteristics of pre-eclampsia mothers continues to be studied to determine their consequences on perinatal outcome. The aim of this study was to analyze the correlation between body mass index (BMI) factors and Hb levels in maternity mothers with pre-eclampsia to neonatal asphyxia. This research used analytical design with a retrospective approach. The population was maternity mothers with pre-eclampsia and their babies at Bunda Hospital Surabaya. Sampling was carried out with a total sample and obtained as many as 30 respondents in April-May 2022. The data were analyzed using the Spearman correlation test. The results of this study showed that BMI and Hb levels had p-values of p= 0.326 and p = 0.006, respectively. This means that the Hb level factor in maternity mothers with pre-eclampsia shows a significant correlation to the incidence of neonatal asphyxia, while the BMI factor does not show any correlation. Keywords: BMI, Hb, pre-eclampsia, asphyxia 1. PENDAHULUAN Asfiksia neonatorum adalah suatu kondisi dimana bayi baru lahir mengalami kegagalan untuk bernafas secara spontan dan teratur. Kondisi ini erat kaitannya dengan terjadinya hipoksia janin dalam uterus. Diagnosa asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir dapay ditetapkan dengan penilaian APGAR Score yaitu Apprearance, Pulse, Grimace, Activity, Respiration, (APGAR). World Health Organization (WHO) mengemukakan bahwa pada tahun 2016 di seluruh dunia didapatkan sebanyak 75% kasus kematian neonatal setelah persalinan disebabkan oleh asfiksia. Sedangkan pada tahun 2019, angka kejadian asfiksia di Indonesia mencapai 11139 kasus. (WHO, 2019). Profil kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2020 mencatat bahwa di tahun tersebut