RUANG BERSAMA KAMPUNG TEMENGGUNGAN LEDOK MALANG Mochammad Najib, Subhan Ramdlani, Damayanti Asikin Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono 167, Malang 65145, Indonesia Email: najibmocha@gmail.com ABSTRAK Ruang dipandang hanya sebagai entitas ekonomi, industri, perdagangan dan jasa suatu kota. Ruang-ruang publik keadaannya tidak menemui titik terang, pemerintah sebagai pengelolanya selalu menempatkan sebagai ujung prioritas. Begitu juga pada ruang permukiman Kampung Temenggungan Ledok yang eksis dengan kompleksitas kualitas dan kearifan lokalnya, juga diletakkan di ujung akhir prioritas pengetahuan keruangan, perencanaan wilayah kota dan arsitektur. Dibalik fenomena tersebut, keterbatasan lahan dan setting fisik kampung-kampung kota ternyata masih memiliki eksistensi ruang-ruang sosial-budayanya, ialah ruang bersama. Kompleksitas dan kemajemukan subjek pelakunya, ruang bersama memiliki dinamika dan pola dimana didalamnya sesama warga meningkatkan kualitas daya hidup dengan nilai-nilai kearifan lokal melalui wujud pengelolaannya. Kunci kualitas ruang bersama adalah pengelolaan notion teritorialitasnya, yaitu dari pihak yang mengelola dan bertanggung jawab. Pengembangan komponen unsur pembentuk ruang adalah upaya untuk melestarikan nilai-nilai dalam pengelolaan ruang bersama. Metode pragmatik digunakan dalam pepaduan aspek programatik dan diagramatik komponen ruang. Pada aspek programatik membahas akan aktivitas dan fungsi serta komponen yang dibutuhkan sehingga pembahasan ini mengarah pada struktur tata ruang, pada aspek diagramatik membahas tentang nilai dan ide, yaitu mengarah kepada sistem ruang. Kata kunci: ruang bersama, setting, dinamika, territorialitas ABSTRACT Space are recognized only as an economic entity, industries, trade and services of a city. There is no clear placement for public area because the stakeholders always make it at the last priority. Likewise human settlement, Temenggungan Ledok which exists with its space complexity and their local wisdom is placed at the end priority of space knowledge, city planning and architecture. Behind the phenomenon, lacking of land and also physical setting of Urban Villages still have existence of social-culture, it is called shared space. Shared space with its complexity and diversity has dynamic pattern which can increase the quality of life through the values of local wisdom management. The key of Saherd space quality is management of territorial notion, which consist of two different subjects there are somebody both individual and group who manage and should be responsible. Development of space-forming element component is an attempt to preserve the values in the management of shared space. Pragmatic methods used in the blend of programatic and pragmatic aspects. Programmatic aspects will analyze the activities, functions, and components that are required to make this discussion focus into spatial structure. Diagrammatic aspects will explain about values and ideas which lead into spatial system. Keywords: shared space, setting, dynamics, territory