17 PEMANFAATAN PASIR/KERIKIL SISA PENAMBANGAN BATU KAPUR PADA CAMPURAN PAVING BLOCK THE UTILIZATION OF LIMESTONE WASTE SAND/GRAVEL IN CONCRETE BLOCK PAVING MIXTURE Etri Suhelmidawati 1a* , Zulfira Mirani 2a , Fauna Adibroto 3a , Syofiardi 4a a Politeknik Negeri Padang Teknik Sipil, Kampus Limau Manis Padang 2516, Indonesia Telp. 0751-72590 Fax. 0751-72576 Email: etri.sarins@gmail.com raninawaf@gmail.com; fauna_adibroto@yahoo.com syofiardipnp@gmail.com ABSTRACT The utilization of limestone mining waste sand and gravel in paving block mixture is one of innovation in the utilization of waste material. This research is expected to be one of the solutions in utilizing waste material that has economic value and is in accordance with paving block standards. In the making of paving block samples by using literature studies, material preparation, testing of material properties, planning concrete mixtures, compressive strength test, and analyzing the obtained data. The standard used is based on SNI 03 – 0691 – 1996. The purpose of making paving blocks with sand and silica gravel from limestone mining is to create an innovative product that can be mass production and has economic selling value. This research can be done by the community as a form of small scale business, which also can increase the income of the community. The method used in this research is an experimental method, which was conducted in the concrete laboratory of Padang State Polytechnic, by going through a series of material tests for each coarse and fine aggregate, both silica sand and silica gravel, as well as natural sand and natural gravel. Based on the test results of the compressive strength test, at the age of 21 days, the highest compressive strength was obtained at 15.134 MPa. Keywords: limestone mining waste, silica sand, paving block, compressive strength I. PENDAHULUAN Bata beton (paving block) adalah suatu material bangunan berupa beton pracetak yang komposisinya terdiri dari campuran pasir, kerikil dan bahan pengisi lainnya dengan semen sebagai bahan perekatnya. Semen yang digunakan adalah semen PCC produksi PT. Semen Padang. Bahan yang digunakan untuk pengurangan pemakaian bahan agregat (pasir dan kerikil) atau sebagai bahan pengisi dalam proses pembuatan paving block, adalah pasir silika dan kerikil silika. Penggunaan paving block saat ini terus meningkat untuk diaplikasikan pada jalan setapak, trotoar, halaman atau pelataran parkir, dan jalan komplek perumahan. Paving block mempunyai keunggulan yaitu mudah dalam pemasangannya karena tidak membutuhkan keahlian khusus dan juga tidak memerlukan alat berat dalam proses pemasangannya. Selain itu, pemeliharaan material ini cukup mudah dan ekonomis karena dapat dipasang kembali setelah dibongkar jika terdapat kerusakan [1]. Kebutuhan pasir dan kerikil yang tinggi untuk pembangunan, menyebabkan harganya juga cukup tinggi. Masalah yang cukup sering ditemui di lapangan antara lain adalah sering ditemui mutu kuat tekan dari paving block yang rendah, karena penggunaan material yang kurang bermutu atau tidak sesuai dengan standar pengujian material [6]. Oleh sebab itu, pada penelitian ini ditekankan pada pencapaian mutu kuat tekan yang sesuai dengan standar SNI, melalui serangkaian pengujian material yang sesuai standar, dengan memanfaatkan limbah hasil penambangan Bukit Kapur. Pasir silika yang digunakan adalah pasir bukit karang berupa material sisa dari produksi batu kapur untuk bahan baku pabrik semen. Bahan baku tersebut berasal dari hasil penambangan Bukit Kapur di Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Pasir silika ini terbuang dan hanyut ke aliran sungai. Pasir ini tidak digunakan untuk bahan baku semen, karena kandungan kapurnya sedikit sekali. Pasir silika bertekstur agak kasar dan berwarna