Seminar Nasional dan Gelar Produk | SENASPRO 2017 819 Peluang Pemuatan Energi Matahari ke Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Yus Mochamad Cholily 1 , Ahsanul Inam 2 , Siti Inganah 3 , Mahfud Effendi 4 , Machmud Effendy 5 Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, 65144 Email: yus@umm.ac.id 1 , ahsanul_in@yahoo.com 2 ,singanah@gmail.com 3 ,effendimahfud4@gmail.com 4 ,tolifil.machfudin@gmail.com 5 Abstrak Salah satu program jangka panjang, 2010-20125, yang dikembangkan oleh Kemenristek dalam buku putihnya, adalah energi terbarukan. Konsep energi yang dimunculkan dalam K13 lebih mengarah pada apa itu energi, bagaimana perubahan energi dan sumber energi. Konsep tentang energi terbarukan masih bukan menjadi materi yang penting. Pada paparan ini mengupas tentang peluang dan tantangan energi terbarukan khususnya energi matahari untuk diajarkan pada siswa SMP. Selama ini tidak ada kajian yang spesifik dalam mata pelajaran yang mendiskusikan energi matahari. Oleh karena itu, salah satu kajian penting adalah bagaimana memasukkan materi energi terbarukan pada kurikulum SMP. Secara spesifik bagaimana materi tersebut bisa dimasukkan dalam mata pelajaran ketrampilan. Hal ini diharapkan tidak hanya teori namun juga pada praktik-praktik sederhana tentang energi terbarukan. Kata Kunci. Energi terbarukan, kurikulum. Pendahuluan. Hal ini Saat ini sudah banyak Negara-negara yang sudah menyadari kondisi bahwa cadangan sumber energi berasal dari fosil semakin menipis. Energi tidak terbarukan selain terbatas barangnya juga berdampak merusak bumi ketika di eksplorasi [8]. Kondisi ini menyadarkan banyak negara tentang pentingnya menciptakan dan memanfaatkan energi yang bisa diperbarui. Secara umum di alam ini banyak sekali sumber-sumber energi terbarukan dan masih belum tereksplorasi secara baik. Indonesia merupakan Negara yang terlewati garis katulistiwa dan terkenal dengan sumber daya alam yang melimpah. Namun sumber daya ini belum dikelola dan dimanfaatkan secara baik. Oleh karena itu salah satu fokus bidang garap Kementrian Riset dan Teknologi sampai tahun 2025 adalah penciptaan dan pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan [9]. Seperti diungkap oleh Republika 12 Agustus 2014 bahwa paling tidak sepuluh sumber daya di Indonesia yang bisa dimanfaatkan menjadi sumber energi terbarukan yaitu matahari, laut, angin, panas bumi, hydropower, hydrogen, bioethanol, batu bara, biomasa. Kurang termanfaatkan secara baik sumber daya di atas disebabkan sumber daya manusianya belum siap secara umum. Oleh karena itu Kementrian Riset dan Teknologi membuat program jangka panjang sampai dengan tahun 2025 berkenaan dengan penciptaan dan pemanfatan energi yang terbarukan. Hal penting untuk mendukung program ini adalah memberikan pemahaman kepada dan pengetahuna kepada generasi muda terkait dengan kondisi alam Indonesia serta pentingnya energi alternatif sebagai pengganti energi yang ada selama ini. Sekolah merupakan tempat strategis dan formal untuk menanamkan pemahaman pentingnnya energi terbarukan. Melelaui pembelajaran yang ada perilaku-perilaku dan pengetahuan tentang energi terbarukan bisa ditanamkan. Melalui cara ini kesadaran dan kepedulian serta pemahaman pentingnya energi terbarukan dilakukan sejak dini. Sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa hal ini bisa disamapaikan pada level Sekolah Menengah Pertama (SMP). Materi tentang energi di SMP termuat di mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Materi lebih mengarah pada konsep apa itu enregi dan macam energi. Pembahasan juga masih focus pada pemahaman siswa yang mengarah pada kemampuan kognitif dan akan digunakan pada ujian nantinya. Salah satu hal yang membuat seperti ini dikarenakan guru mengejar pada pencapaian kompetensi yang telah dituangkan dalam kurikulum yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Keberanian seorang guru untuk mengkreasi tanpa mengesampingkan apa yang telah ditetapkan perlu mendapatkan perhatian juga pendampingan.