SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2015 141 Peningkatan Kemandirian Belajar Matematika dengan Pendekatan Problem-Based Learning (PBL) di Kelas VII E SMP N 15 Yogyakarta Margaretha Madha Melissa Pendidikan Matematika PPs Universitas Negeri Yogyakarta Email: madha.melissa@gmail.com AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar matematika siswa dengan pendekatan Problem-Based Learning (PBL) di kelas VII E SMP N 15 Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Desain penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari empat tahapan yaitu planning (perencanaan), action (pelaksanaan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Penelitian ini dilakukan di kelas VII E SMP N 15 Yogyakarta yang terdiri dari 34 siswa. Instrumen pengumpulan data terdiri dari angket kemandirian belajar matematika dan lembar observasi keteraksanaan pembelajaran. Teknik analisis data adalah analisis deskriptif. Berdasarkan hasil angket kemandirian belajar menunjukkan peningkatan kemandirian belajar matematika siswa yang dapat dilihat dari peningkatan presentase kemandirian belajar dalam kategori sangat tinggi pada kondisi awal sebesar 9%, siklus I sebesar 27%, dan di siklus II sebesar 41%. Untuk kategori tinggi pada kondisi awal sebesar 71%, siklus I sebesar 73% dan pada siklus II sebesar 51%. Untuk kategori sedang pada kondisi awal sebesar 20%, siklus I sebesar 0% dan pada siklus II sebesar 0%. Berdasarkan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran matematika menggunakan pendekatan problem-based learning (PBL) telah mengalami peningkatan, yaitu pada siklus I rata-rata keterlaksanaan pembelajaran PBL adalah 83% (Sangat Tinggi) dan pada siklus II rata-ratanya meningkat menjadi 90% (Sangat Tinggi). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pendekatan problem-based learning (PBL) dapat meningkatkan kemandirian belajar matematika siswa kelas VII E SMP N 15 Yogyakarta. Kata kunci: pendekatan PBL, kemandirian belajar matematika I. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan usaha yang dilakukan secara sadar untuk mengembangkan potensi dan kemampuan berpikir yang dimiliki manusia. Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan ini, terutama untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam berbagai bidang. Oleh karena itu hendaknya pendidikan dilaksanakan sebaik-baiknya agar dapat memperoleh hasil yang maksimal. Berdasarkan Standar Penilaian Pendidikan [1] bahwa penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Penilaian kompetensi sikap dapat berupa skala penilaian terhadap rasa ingin tahu siswa, motivasi belajar, sikap siswa terhadap matematika, keaktifan siswa, dan kemandirian siswa. Selama ini, penilaian yang dilakukan guru lebih menekankan pada aspek kognitif atau kompetensi pengetahuan siswa. Kompetensi sikap seperti rasa ingin tahu siswa, motivasi belajar, sikap siswa terhadap matematika, keaktifan siswa, dan kemandirian belajar siswa kurang mendapat perhatian. Padahal sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 seharusnya penilaian yang dilakukan guru juga mencakup kompetensi sikap. Menurut Standar Proses [2], “Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.” Oleh karena itu kemandirian siswa dalam belajar menjadi suatu hal yang penting. Kemandirian belajar adalah kemampuan mengelola pikiran, perilaku, dan emosi, memantau perilaku sendiri, berinisiatif belajar dengan atau tanpa bantuan orang lain; mendiagnosa kebutuhan belajarnya sendiri, merumuskan tujuan belajar; mengidentifikasi sumber belajar yang dapat digunakannya; memilih dan menerapkan strategi belajar, dan mengevaluasi hasil belajarnya [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10]. PM -21