Model Penerimaan E-Learning oleh Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Merriam Modeong, M.Pd Zulkifli Mansyur, M.A. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tingkat penerimaan e-learning oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Yogyakarta, dengan menjelaskan pengaruh langsung dan tidak langsung dari sarana prasarana teknologi. Populasi pada penelitian ini berjumlah 283 siswa. Sampel penelitian berjumlah 150 siswa yang ditentukan dengan menggunakan teknik propotional random sampling. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi ganda. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa sarana prasarana teknologi berpengaruh terhadap penerimaan e-learning secara tidak langsung melalui variabel kegunaan, dan intensi. Hasil ini menunjukkan bahwa variabel eksternal dimediasi dengan baik oleh tiga variabel inti penerimaan teknologi untuk mengukur tingkat penerimaan teknologi oleh siswa SMK. Kata kunci: E-learning, model penerimaan teknologi, sarana prasarana teknologi Pendahuluan Pendidikan kejuruan sebagai salah satu bagian sistem pendidikan nasional memainkan peran yang strategis bagi terwujudnya angkatan tenaga kerja nasional dengan keterampilan dasar untuk beradaptasi terhadap perkembangan IPTEK. Program pendidikan kejuruan berfokus pada antarmuka antara pendidikan umum dan kejuruan, transisi antara pendidikan kejuruan dan pendidikan tinggi, dan transisi dari pendidikan kejuruan ke pasar tenaga kerja 1 . Transisi merupakan hal yang sangat berpengaruh bagi pendidikan kejuruan, sebab transisi menurut Tchibozo merupakan proses yang mengarahkan peserta didik dari tahap awal pendidikan mereka hingga bisa berinteraksi di dunia kerja atau di pendidikan tinggi 2 . Perkembangan pembelajaran pada pendidikan kejuruan juga tidak terlepas dari perkembangan dan penggunaan teknologi dan internet sebagai sarana untuk menghasilkan kualitas pembelajaran yang lebih baik. Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan bahwa pengguna internet di Indonesia hingga saat ini telah mencapai 82 juta orang 3 . Dengan capaian tersebut, Indonesia berada pada peringkat ke-8 di dunia dan 80 persen diantaranya adalah remaja berusia 15-19 tahun. Data tersebut menyatakan posisi pengguna sebagai remaja sekaligus siswa sekolah menengah. Dengan demikian, internet saat 1 Maclean, R. & Wilson, D. International handbook of education for the changing world of work: bridging academic and vocational learning. (Bonn: Springer 2009). H 1443. 2 Tchibozo, G. Cultural and social diversity and the transition from education to work. (London: Springer 2012). H 3. 3 Kementerian Komunikasi & Informatika. (2014). Pengguna internet di Indonesia capai 82 juta. Diambil pada 22 Desember 2015, dari http://kominfo.go.id/index.php /content/detail/3980/Kemkominfo%3A+Pengguna+Internet+di+Indonesia+Capai+82+Juta/0/berita_satker#.Vnk l2Pl97Dc brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems