Kalbiscentia,Volume 5 No. 2 Agustus 2018 144 ISSN 2356 - 4393 I. PENDAHULUAN Pengetahuan dapat diartikan sebagai aset perusahaan yang tidak berwujud. Menurut Nessery dan Liebowwitz [1] pengetahuan yang digunakan dalam organisasi merupakan interaksi dua komponen yaitu human capital dan informasi. Pengetahuan juga dapat diartikan sebagai informasi yang kontekstual, relevan dan dapat dilakukan [2]. Pada konteks teknologi informasi pengetahuan berbeda dengan data dan informasi. Data merupakan kumpulan fakta, pengukuran, dan statistik. Informasi adalah data yang diproses dengan tepat waktu dan akurat[3]. Pengetahuan juga dapat diartikan sebagai hasil pengolahan informasi dan data yang relevan untuk melakukan sebuah tindakan. Pengetahuan terbagi dalam dua kelompok tacit dan eksplisit [4]. Pengetahuan tacit merupakan pengetahuan yang berada dalam pikiran manusia, sedangkan eksplisit merupakan pengetahuan yang telah di representasikan menjadi bentuk lain. Pengetahuan tacit masih berada dalam pikiran individu sedangkan pengetahuan eksplisit dapat berupa fle audio, video, text, gambar dan lainnya. Nonaka [4] membagi empat kelompok pembentukan pengetahuan yaitu socialization, externalization, internalization, dan combination. Socialization berasal dari interaksi pengetahuan tacit dengan tacit. Externalization berasal dari pengetahuan tacit dengan eksplisit. Internalization berasal dari eksplisit dengan tacit, dan terakhir combination berasal dari eksplisit dengan eksplisit. Pembentukan pengetahuan baru dapat dikatakan paling banyak terjadi pada institusi pendidikan. Pengetahuan-pengetahuan baru terjadi disaat proses perkuliahan, penelitian, diskusi, program pengabdian masyarakat dan lainnya. Hal ini sesuai dengan tri darma perguruan tinggi yang tercantum pada permen No 22 tahun 2012 [5]. Salah satu institusi pendidikan yang menerapkan tri darma perguruan tinggi adalah Kalbis Institute. Kalbis Institute memiliki visi “menjadi perguruan tinggi pilihan di bidang sains, teknologi dan bisnis , menghasilkan lulusan berkualitas dan siap terap, serta berorientasi pada inovasi, kewirausahaan Perancangan Knowledge Center Untuk Mahasiswa Pada Kalbis Institute berbasis Website Harfebi Fryonanda 1) , Muhammad Rusli 2) , Erwin Syah Rany 3) Sistem Informasi, Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis Jalan Pulomas Selatan, Jakarta 13210 12020 1) Email: Harfebi.fryonanda@kalbis.ac.id 2) Email: Muhammad.rusli@kalbis.ac.id 3) Email: erwin.srany@yahoo.com Abstract: University is one place to conduct scientifc research, lectures or scientifc training implemented. This paper discusses the analysis and design of knowledge management systems at research-based universities that can manage knowledge (knowledge management), share knowledge, knowledge, and build knowledge and knowledge in the environment. The modifed and implicit results are represented in the KMS web blueprint and prototype. Keywords: knowledge management, knowledge sharing, knowledge management system, prototype Abstrak: Perguruan tinggi merupakan salah satu tempat melakukan riset ilmiah, perkuliahan ataupun pelatihan ilmiah dilaksanakan. Paper ini membahas mengenai analisis dan perancangan sistem manajemen pengetahuan pada perguruan tinggi berbasis riset yang dapat mengelola ilmu pengetahuan (knowledge management), berbagi pengetahuan (knowledge sharing), mendistribusikan pengetahuan, serta membangun mekanisme interaksi antara pemilik pengetahuan dan pengguna pengetahuan di dalam lingkungan perguruan tinggi. Hasil akuisisi pengetahuan eksplisit dan implicit direpresentasikan ke dalam blueprint dan prototype web KMS. Kata kunci: knowledge management, knowledge sharing, knowledge management system, prototipe