711 Modul Berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Berdasarkan Hasil Penelitian Analisis Cluster Persilangan Kedelai Tahan CpMMV Panji Handoko Badiaraja 1 , Siti Zubaidah 1 , Heru Kuswantoro 1 1 Pendidikan Biologi-Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 27-07-2020 Disetujui: 20-05-2021 Abstract: This study aims to develop a PBL-based module that is valid, practical and effective, based on the results of the CpMMV resistant soybean hybridization cluster analysis research. Modules are developed using the ASIE instructional design model. Data was collected using validation questionnaire, critical thinking essay questions, and student responses questionnaire. Data analysis using quantitative descriptive analysis techniques and N-gain score. The results showed that the average percentage of module validity was 93% with highly valid criteria. The practicality of the module shows a percentage of 78% with rather practical criteria. The module's effectiveness in increasing critical thinking skills is rather effective with an average percentage of 56.40% and N-gain value of 0.56 with the medium category. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul berbasis Problem Based Learning yang layak, efektif, dan praktis. Berdasarkan hasil penelitian analisis cluster persilangan kedelai tahan CpMMV. Modul disusun mengacu pada versi desain pembelajaran ASIE. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket validasi, soal berpikir kritis, dan angket tanggapan siswa. Teknik deskriptif kuantitatif dan skor N- gain digunakan sebagai teknik analisa data. Hasil penelitian memperlihatkan rata-rata persentase kelayakan modul senilai 93%, termasuk kategori layak. Kepraktisan modul menunjukkan persentase sebesar 78% dengan kriteria cukup praktis. Keefektifan modul dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis tergolong cukup efektif dengan rata- rata persentase sebesar 56,40% dan skor N-gain senilai 0,56, termasuk kategori sedang. Kata kunci: problem based learning; critical thinking skills; soybean cross; problem based learning; kemampuan berpikir kritis; persilangan kedelai Alamat Korespondensi: Panji Handoko Badiaraja Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: panji.badiaraja@gmail.com Berpikir kritis adalah kemampuan yang penting bagi siswa agar dapat menyesuaikan diri dalam kondisi masyarakat yang majemuk dan sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan kehidupan di abad 21 (Saputri et al., 2019; Vieira et al., 2011; Zubaidah, 2016). Berpikir kritis dianggap sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kemampuan ini diperlukan untuk menganalisis dan memanipulasi informasi (Şahin & Doğantay, 2018). Akan tetapi, kemampuan berpikir kritis siswa Indonesia masih kurang berkembang. Kurang berkembangnya kemampuan berpikir siswa Indonesia secara keseluruhan dapat dilihat dari hasil survei PISA (Saputri et al., 2019). Berdasarkan hasil PISA 2018 di bidang Sains, Indonesia berada pada peringkat 70 dari 78 negara peserta survei (OECD, 2019). Rendahnya peringkat Indonesia dalam hasil PISA tersebut berkaitan dengan ketidakmampuan siswa untuk berpikir tingkat tinggi (Suprapto, 2016). Kurang berkembangnya kemampuan berpikir kritis siswa juga dibuktikan oleh sejumlah penelitian di beberapa wilayah di Indonesia. Santika et al. (2018), menyatakan 70% siswa kelas VII SMP di Subang memiliki kemampuan berpikir kritis yang rendah. Sari et al. (2018) menyatakan, keterampilan berpikir kritis siswa di SMAN 4, 5, dan 10 Malang masih rendah. Kurniawati et al. (2015) menyatakan, 60% siswa kelas X MIA SMA di kota Batu menunjukkan keterampilan berpikir kritis yang kurang berkembang. Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan yang telah dilakukan di kelas X MIPA 2 MAN 1 Tulungagung, diungkap bahwa 79% siswa memperlihatkan kemampuan berpikir kritis yang masih kurang berkembang. Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 6 Nomor: 5 Bulan Mei Tahun 2021 Halaman: 711—719