Vol.2 No.7 Desember 2021 2213 ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….. ISSN 2722-9475 (Cetak) Jurnal Inovasi Penelitian ISSN 2722-9467 (Online) KESEMPATAN KERJA DAN KELAYAKAN EKONOMI USAHA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI KABUPATEN INDRAGIRI HULU Oleh Riati Bakce 1) , Riyadi Mustofa 2) Program Studi Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Persada Bunda Pekanbaru Email: 1 riatibakce@gmail.com, 2 riyadimustofa@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesempatan kerja pada usaha perkebunan kelapa sawit rakyat; besarnya pendapatan usaha Perkebunan kelapa sawit rakyat dan efisiensi usaha Pekerbunan kelapa sawit rakyat. Penelitian ini bermanfaat bagi petani dalam mengambil keputusan pengembangan usaha perkebunan dengan peningkatan produktivitas lahan dan sebagai informasi kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar perkebunan kelapa sawit. Data penelitian terdiri dari primer merupakan data yang langsung dikumpulkan dari petani. Data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah yaitu Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunujukkan usahatani Kelapa sawit mampu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. Rerata penggunaan tenaga kerja untuk usahatani kelapa sawit rakyat sebanyak 4,86 HOK/ha/bln dimulai dari usaha perawatan dan pemanen. Secara ekonomi kegiatan usahatani kelapa sawit rakyat layak untuk dilakukan dengan memberikan sumbangan pendapatan bersih sebesar Rp 395.474 per ha/bulan dan RCR sebesar 2,24. Kata Kunci: Kesempatan Kerja, Kelayakan Ekonomi, Kelapa Sawit PENDAHULUAN Pembangunan pertanian mencakup berbagai aspek antara lain yakni sumberdaya lahan, plasma nuftah, air, tekonologi, pembiayaan dan sumberdaya manusia (SDM). Tujuan pembangunan pertanian adalah untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani melalui peningkatan produksi pertanian. Salah satu sub sektor pertanian yang berkontribusi adalah sub sector perkebunan kelapa sawit. Cerahnya prospek komoditas kelapa sawit dalam perdagangan minyak nabati dunia telah mendorong pemerintah Indonesia untuk memacu peningkatan produktivittas perkebunan kelapa sawit melalui penerapan sistim Good Agricultural Practice (GAP) Perkebunan kelapa sawit merupakan penggerak perekonomian untuk meningkatkan kesejahteraan petani, pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional melalui kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun dari kontribusi terhadap pajak eksport atas Crude Palm Oil (CPO). Kontribusi sosial perkebunan mampu menciptakan lapangan pekerjaan, lapangan berusaha, meningkatkan kesejahteraan, pendidikan petani dan masyarakat disekitarnya. Kesejahteraan petani salah satunya dapat dilihat dari banyaknya mobilitas penduduk, telah memperoleh wajib belajar dan telah terpenuhi kebutuhan pangan. Kabupaten Indarigiri Hulu merupakan salah satu kabupaten yang terdapat di Provinsi Riau yang dapat ditemui perkebunan kelapa sawit yang cukup luas. Kelapa sawit merupkan komoditi unggulan dan merupakan salah satu matapencaharian bagi masyarakat. Luas dan produksi kelapa sawit di Kabupaten Indragiri Hulu terus meningkat. Pada tahun 2018 luas kebun 53.891 ha dengan produksi sebanyak 222.705 ton. Pada tahun 2019 luas kebun kelapa sawit 56.885 ha dengan produksi sebanyak 229,386 (Badan Pusat Statistik, 2020) Perubahan orientasi sector pertanian dari subsisten ke komersial menuntut peningkatan kualitas sumberdaya manusia berkualitas baik sebagai pengelola maupun