PENDIPA Journal of Science Education, 2022: 6(3), 783-787 ISSN 2622-9307 https://ejournal.unib.ac.id/index.php/pendipa 783 Aktivitas anti-diabetes ekstrak umbi simbagh utak (Hydnophytum formicarum) terhadap kadar gula darah mencit (Mus muscullus) jantan Mayshah Purnamasari 1,* , Aceng Ruyani 2 , Agus Sundaryono 2 1) Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sutomo 2) Program Studi Pascasarjana Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu *Email: dosen10025@unpam.ac.id ABSTRACT Medicinal plants ant nests or simbagh utak (Hydnophytum formicarum) are found in the Bengkulu area south of Bengkulu province. Simbagh utak tubers (H. formicarum) can empirically treat headaches, bruises and aches. H. formicarum also has cytotoxic, antioxidant and antibacterial activity. The purpose of this study was to determine the antidiabetic activity of the ethanolic extract of the medicinal plant simbagh utak (H. formicarum) against alloxan-induced mice, and Phytochemical Test to determine the content of secondary metabolites contained in the extract. The extract was obtained by maceration by soaking simbagh utak powder (H. formicarum) with 96% ethanol as solvent. The solvent contained in the ethanolic extract of simbagh utak (H. formicarum) was evaporated using a rotary evaporator to obtain ethanolic extract of simbagh utak (H. formicarum). Furthermore, the ethanolic extract of simbagh utak (H. formicarum) was tested on mice that had been induced by alloxan. The results showed that after the ANOVA and T-student statistical tests were carried out, it could be stated that the tuber extract of the Simbagh Utak (H. formicarum) plant was seen to be very significant in reducing blood sugar levels of male mice (Mus musculus) that had been induced by alloxan at a dose of 0.7056 g. /kg BW, and tuber extract of H. formicarum contained flavonoid and phenolic compounds. Flavonoid and phenolic compounds can act as free radical scavengers. Keywords: ant attack, phytochemical test, secondary metabolites, antidiabetic. ABSTRAK Tumbuhan obat Sarang semut atau simbagh utak (Hydnophytum formicarum) banyak ditemukan didaerah Bengkulu selatan provinsi Bengkulu. Umbi simbagh utak (H. formicarum) secara empiris dapat mengobati sakit kepala, memar dan pegal-pegal. H. formicarum juga memiliki aktivitas sitotoksik, antioksidan dan antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antidiabetes ekstrak etanol tumbuhan obat simbagh utak (H. formicarum) terhadap hewan uji mencit yang telah diinduksi aloksan, dan Uji Fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak. Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi dengan merendam serbuk simbagh utak (H. formicarum) dengan pelarut etanol 96%. Pelarut yang terdapat pada larutan ekstrak etanol simbagh utak (H. formicarum) diuapkan menggunakan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak etanol simbagh utak (H.formicarum) Selanjutnya ekstrak etanol simbagh utak (H.formicarum) diuji terhadap hewan uji mencit yang telah diinduksi aloksan. Hasil penelitan menunjukkan bahwa setelah dilakukan uji statistik anova dan T-student dapat dinyatakan bahwa ekstrak umbi tumbuhan Simbagh Utak (H. formicarum) terlihat sangat signifikan dapat menurunkan kadar gula darah mencit (Mus musculus) jantan yang telah diinduksi aloksan pada dosis 0,7056 g/kg BB, dan ekstrak umbi H. formicarum mengandung senyawa golongan flavonoid dan fenolik. Senyawa flavonoid dan fenolik dapat bertindak sebagai penangkap radikal bebas. Kata Kunci: Serang semut, Uji fitokimia, metabolit sekuder, antidiabetes. PENDAHULUAN Penyakit metabolik Diabetes melitus (DM) ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah disebabkan adanya kelainan sekresi insulin atau kerja insulin (Kharroubi & Darwish, 2015). Jumlah penderita DM di dunia pada tahun 2021 menurut IDF mencapai 537 juta orang, dimana 19,7 juta merupakan penderita DM yang berada di Indonesia. Indonesia merupakan peringkat kedua setelah Cina dengan penderita DM terbanyak di wilayah Pasifik Darat (IDF Diabetes Atlas 10th Edition, 2021). DM pada tahap awal tidak terlalu mempengaruhi kehidupan sehari-hari pasien, tetapi peningkatan glukosa dalam darah yang berkepanjangan menyebabkan komplikasi berbagai penyakit lain,