PRISMA FISIKA Vol. 9, No. 1 (2021), Hal. 85-91 ISSN : 2337-8204 85 Sifat Fisis dan Mekanis Papan Komposit dari Limbah Plastik Berpenguat Serbuk Kayu Jabon pada Variasi Fraksi Massa Roni Jonoko * , Hasanuddin, Mega Nurhanisa Prodi Fisika FMIPA Universitas Tanjungpura, Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak, Indonesia *Email : ronijonoko@student.untan.ac.id (Diterima 1 Maret 2021; Disetujui 25 Maret 2021; Dipublikasikan 1 April 2021) Abstrak Pada penelitian ini, papan komposit dibuat dari limbah plastik polypropylene (PP) dan serbuk kayu jabon. Pencampuran plastik dan serbuk kayu jabon dilakukan secara manual dalam satu wadah. Papan komposit dibuat dengan dimensi 30 cm × 30 cm × 1 cm dan target kerapatan 0,7 g/cm 3 . Variasi komposisi bahan plastik dan serbuk kayu jabon yang ditentukan yaitu 70:30, 60:40, 50:50, 40:60, 30:70, dan 20:80 dikempa pada suhu 170 °C selama 12 menit dengan tekanan 30 kgf/cm 2 . Papan komposit yang sudah jadi, dikondisikan selama 7 × 24 jam kemudian dipotong untuk pengujian sifat fisis dan mekanis. Hasil penelitian yang diperoleh untuk sifat fisis kerapatan 0,50-0,60 g/cm 3 , daya serap air 20,53-133,56 %, pengembangan tebal 3,39-47,68 %, kadar air 2,45-7,30 %, sedangkan untuk sifat mekanis Modulus Of Elasticity (MOE) 5953,93-12645,63 kgf/cm 2 , Modulus Of Rupture (MOR) 49,71-296,80 kgf/cm 2 , kuat pegang sekrup 29,47- 106,48 kgf, dan internal bonding (IB) 0,29-9,56 kgf/cm 2 . Berdasarkan dari hasil uji sifat fisis dan mekanis yang telah dilakukan, papan komposit dengan perbandingan komposisi plastik dan serbuk kayu jabon sebesar 70:30 merupakan persentase komposisi yang terbaik di antara persentase komposisi lainnya berdasarkan acuan Japanese Industrial Standard (JIS) A 5908-2003. Kata kunci: papan komposit, polypropylene, serbuk kayu jabon, sifat fisis, sifat mekanis 1. Latar Belakang Permasalahan sampah nasional terus meningkat seiring dengan terjadinya pertumbuhan ekonomi dan peningkatan jumlah penduduk. Di Indonesia, sampah plastik merupakan salah satu jenis sampah yang menjadi pusat perhatian. Sampah plastik menduduki posisi kedua terbesar dengan menyumbang 15% dari total sampah yang ada di Indonesia dan terus meningkat rata-rata 14,7% per tahun [1]. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) dan INAPLAS (Industri Plastik Indonesia), negara Indonesia memiliki catatan buruk menduduki posisi kedua penghasil sampah terbesar di dunia setelah negara Tiongkok. Sampah plastik yang dihasilkan mencapai 64 juta ton dalam kurung waktu 1 tahun. Pencemaran lingkungan terus meluas seiring dengan volume sampah plastik yang semakin banyak. Butuh waktu 20 tahun hingga 100 tahun lamanya untuk proses penguraian sampah plastik dalam tanah. Hal ini berpotensi buruk karena dapat menyebabkan kesuburan tanah berkurang. Di perairan, sampah plastik memakan waktu lebih lama lagi untuk terurai dibandingkan di tanah. Pengelolaan sampah plastik dengan cara dibakar juga dapat berdampak negatif berupa polusi udara. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk memanfaatkan sampah plastik yang jumlahnya sangat besar sehingga menjadi produk lebih berguna. Papan komposit berbasis sampah plastik dapat menjadi alternatif pemanfaatan sampah. Selain meminimalisir volume sampah yang tercemar, papan komposit juga dapat memenuhi kebutuhan bidang industri dengan biaya yang minim. Penelitian mengenai papan komposit berbahan kayu dan menggunakan perekat telah dilakukan di berbagai penelitian, seperti papan komposit berbahan kayu jabon dan perekat isosiana pada variasi waktu kempa [2]. Penelitian tersebut masih menggunakan bahan perekat komersil sebagai penguat bahan. Penelitian lainnya menggunakan bahan papan komposit dari bahan batang singkong dan sampah plastik [3]. Pada penelitian tersebut tidak menggunakan perekat komersil [2]. Dari kedua penelitian tersebut, penulis mencoba memvariasikan bahan dari sampah plastik yang jumlahnya masih melimpah dengan serbuk kayu jabon yang sudah tidak terpakai. Selain memiliki kekuatan yang baik, kayu jabon memiliki keunggulan yaitu dapat tumbuh subur di hutan tropis dan pertumbuhannya dinilai cepat dari pada kayu keras pada umumnya.