JURNAL FUSION Vol 3 No 01, Januari 2023 E-ISSN: 2775-6440 | P-ISSN: 2808-7208 Jurnal Homepage https://fusion.rifainstitute.com Copyright holder: Rocki Caniago, Antonius Agung Susilo, Jonathan Valensius, Muhammad Daffa (2023) DOI : https://doi.org/10.54543/fusion.v3i01.240 Published by : Rifa Institute PELARANGAN PENGGUNAAN GANJA DALAM SEKTOR MEDIS: KASUS SIRUP ANTI-KEJANG YANG TAK LAGI AMAN BAGI PENGIDAP CEREBRAL PALSY Rocki Caniago, Antonius Agung Susilo, Jonathan Valensius, Muhammad Daffa Universitas Pradita Email: rockicaniago@gmail.com, antonius.agung@student.pradita.ac.id, onathan.valensius@student.pradita.ac.id, muhammad.daffa@student.pradita.ac.id, Abstrak Tujuan penelitian adalah bagaimana penggunaan ganja medis bagi pengidap Cerebral Palsy demi keselamatan jiwa, bukan untuk sesuatu yang membuat pemakainya menjadi memabukkan. Kajian ini menggunakan Teori Etika Normatif sebagai metodologi utilitarianisme sebagai perspektif filosofis. Hasil penelitian menunjukkan perlu kajian ulang dilakuan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan terhadap obat sirup yang beredar di Indonesia saat ini, mengingat banyaknya obat sirup yang sudah merenggut nyawa anak-anak bangsa. Efek samping ganja dapat menyebabkan paranoia, halusinasi, euforia, dan depresi. Bahkan penggunaan ganja kronis dapat menyebabkan gejala penarikan seperti sulit tidur, perubahan suasana hati, dan nafsu makan berkurang. Mengenai kemanfaatan ganja medis di Indonesia, Ada sejumlah senyawa dalam ganja yang bermanfaat untuk mengobati penyakit, namun ternyata individu yang menggunakan pengobatan semacam ini tetap akan mengalami efek samping. Pro dan kontra akan tetap ada terkait dengan ganja medis ini apalagi di Indonesia yang sebagian besar masyarakat masih tidak mendukung legalisasi ganja, Belum ada bukti obat ganja lebih baik, termasuk untuk nyeri kanker dan epilepsi. Namun ganja medis bisa menjadi pilihan atau alternatif, tapi bukan yang terbaik. Sebab, belum ada juga penyakit yang obat primernya adalah ganja. Kata kunci : Cerebral Palsy, Ganja Medis, Narkotika, Teori Utilitarianisme. Abstract The aim of the research is how to use medical cannabis for people with Cerebral Palsy for the sake of saving the soul, not for something that makes the wearer intoxicated. This study uses Normative Ethics Theory as a utilitarianism methodology as a philosophical perspective. The results of the study indicate that a review is needed by the Food and Drug Monitoring Agency on syrup drugs currently circulating in Indonesia, given the large number of syrup drugs that have claimed the lives of the nation's children. The side effects of cannabis can cause paranoia, hallucinations, euphoria, and depression. Even chronic cannabis use can cause withdrawal symptoms such as difficulty sleeping, mood swings, and decreased appetite. Regarding the benefits of medical cannabis in Indonesia,