Jurnal Pranata Biomedika, Volume 1, No 2, September 2022 e-ISSN: 2828-1233 126 ANALISIS KEBERHASILAN PENYULUHAN PENGELOLAAN LIMBAH DAN PENYAKIT DEGENERATIF PADA USIA LANJUT DI RW 09, KELURAHAN NGESREP, KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG Jonsinar Silalahi 1 , Tiffany Rambu Leki 2 , Elizabeth Wolda 2 , La Venice Tarakanita Tuerah 2 , Adrian Herlambang 2 1 Dosen Fakultas Kedokteran UNIKA Soegijapranata, Semarang, Indonesia 2 Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNIKA Soegijapranata, Semarang, Indonesia Korespondensi Penulis: Nama : dr. Jonsinar Silalahi M.Si. Med., Sp.B., Sp.BA Alamat : Citrasun Garden Blok H no.15 Semarang Nomor Telepon : 081325662630 Email : jonsinar@unika.ac.id Abstrak Tingkat pengetahuan dalam pengelohan limbah rumah tangga dan penyakit degeneratif akan sangat mempengaruhi kesehtan masyarakat. Dari hasil survey lapangan terhadap warga di lingkungan RW 09, Kelurahan Ngesrep, didapatkan bahwa pengetahuan pengelolaan limbah dan penyakit degeneratif usia lanjut masih rendah, sehingga hal ini menjadi prioritas masalah yang mebutuhkan intervensi. Intervensi ini memberikan informasi bagi warga terkait pengelolaan limbah dan penyakit degeneratif usia lanjut. Intervensi ini dilakukan sebagai upaya mengurangi atau perilaku negatif warga dan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga terkait pengelolaan limbah dan penyakit degeneratif usia lanjut. RW 09, Kelurahan Ngesrep merupakan satu daerah yang berada di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang yang terbentang di sepanjang kali sapta marga. Setelah dilakukannya intervensi pada kamis,15 Juli 2021 rata - rata warga mencapai tujuan kegiatan penyuluhan yakni memiliki pemahaman yang baik terhadap perilaku kesehatan individu maupun perilaku kesehatan lingkungan. Kata kunci: limbah, penyakit degeratif, usia lanjut Pendahuluan Peran Dokter pada masyarakat umum bukanlah hanya sekedar mengobati namun juga melakukan upaya pencegahan dari penyakit baik itu menular maupun tidak menular. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan upaya peningkatan kesehatan, lingkungan, gizi, perilaku dan kewaspadaan dini. Upaya memperbaiki tingkat kesehatan harus diimbangi dengan intervensi perilaku untuk meningkatkan kesadaran bagi masyarakat supaya mau dan mampu melakukan hidup sehat dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan. Untuk mencapai hal ini maka perlu membekali masyarakat dengan pengetahuan mengenai cara-cara hidup yang sehat. 1,2 Pembekalan dengan edukasi kesehatan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemampuan dalam memelihara kesehatan serta meningkatkan aktivitas fisik melalui kegiatan olahraga. Sebagai akibat kurangnya penerapan PHBS maka dapat menimbulkan