Jurnal Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol. 11 No. 2 2020 e-issn : 2622-0148, p-issn : 2087-0035 152 STUDI LITERATUR PENGARUH SLOW DEEP BREATHING (SDB) TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Literature Study Of The Effect Of Slow Deep Breathing (SDB) On Blood Sugar Levels In Type 2 Diabetes Mellitus Maryati Tombokan, Muhammad Ardi, Fitria Hamka, Ambo Dalle Poltekkes Kemenkes Makassar Email : maryatitombokan@gmail.com ABSTRACT Slow Deep Brathing is combined method of slow breath and deep breath that can make relaxation increase, and is a form of therapy used to accompany therapy conventional (medical). The purpose of this literature study is to identify recommendations for the influence of Slow Deep Breathing (SDB) on blood sugar levels in people with DM Type 2. Data collection is done by using library studies, by searching for the results of scientific publications in the period 2015- 2020 by using google scholar that matches the criteria of the results specified. The results of the literature study from the 7 journals obtained, can be concluded that there is an influence of Slow Deep Breathing on the decrease in sugar levels in the blood after ≥ 10 minutes for 2x a day and can be done ≤ 10 minutes but combined with therapy Progresive Muscle Relaxation (PMR) or with therapy murottal surah Ar-Rahman. Keywords: Blood Sugar Levels, Diabetes Mellitus, Slow Deep Breathing ABSTRAK Slow Deep Brathing merupakan metode gabungan dari napas lambat dan napas dalam yang dapat membuat relaksasi meningkat, dan merupakan bentuk terapi yang dapat digunakan untuk mendampingi terapi konvensional (medis). Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengidentifikasi rekomendasi pengaruh Slow Deep Breathing (SDB) terhadap kadar gula darah pada penderita DM tipe 2. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi pustaka, dengan cara menelusuri hasil publikasi ilmiah dalam rentang waktu tahun 2015-2020 dengan memakai google scholar yang sesuai dengan kriteria hasil yang ditentukan. Hasil studi literatur dari ke-7 jurnal yang di dapatkan, dapat ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh Slow Deep Breathing terhadap penurunan kadar gula di dalam darah setelah dilakukan ≥ 10 menit selama 2x sehari dan dapat dilakukan ≤ 10 menit tetapi dikombinasikan dengan terapi Progresive Muscle Relaxation (PMR) atau dengan terapi murottal surah Ar-Rahman. Kata Kunci : Kadar gula darah, Diabetes Melitus, Slow Deep Breathing Pendahuluan Diabetes Melitus adalah penyakit kronis dan membutuhkan perawatan medis segera. Edukasi dan dukungan manajemen diri pasien yang segera sangat penting agar mencegah terjadinya komplikasi akut maupun komplikasi kronik (ADA, 2019). Diabetes Melitus dapat terjadi karena insulin yang diproduksi tidak mampu lagi untuk mempertahankan kadar gula di dalam darah dalam keadaan normal (Soegondo, dkk, 2018). Saat ini, Diabetes Melitus tercatat sebagai urutan ke-4 dari masalah nasional untuk penyakit degeneratif setelah serebrovaskuler, kardiovaskuler, dan geriatrik (Jauhari, 2016 dalam Syarif, 2019). Pada tahun 2019, terdapat 463 juta orang (Usia 20- 79 tahun) diseluruh dunia hidup dengan penyakit Diabetes Melitus. Diperkirakan pada tahun 2045, akan meningkat sampai 700 juta orang penderita. Negara Indonesia sendiri untuk penderita Diabetes Melitus menduduki peringkat ke-7 di dunia setelah Jerman, Pakistan, Brazil, Amerika Serikat, Bangladesh, Meksiko, Cina, Mesir, dan India. Prevalensi di Indonesia untuk penyakit DM dari beberapa tahun ini mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2010 sebanyak 6,9 juta penderita dan pada tahun 2019 menjadi sebanyak 10,7 juta orang penderita, dan diperkirakan pada tahun 2045 akan terjadi peningkatan hingga 16,7 juta orang penderita. ( IDF, 2019) Di Indonesia pada tahun 2018 dari 34 provinsi, Sulawesi Selatan menduduki peringkat ke 17 untuk penderita Diabetes terbanyak yaitu sebanyak 1,8% (Riskesdas, 2018). Kasus Diabetes Melitus sendiri di Makassar pada tahun 2017 di 46 puskesmas yaitu 6.106 kasus DM. (Dinas Kesehatan Kota Makassar, 2018). Angka penderita Diabetes yang semakin meningkat dapat diakibatkan karena berbagai faktor misalkan faktor obesitas, usia, infeksi, keturunan, obat-obatan, kurang gerak badan, ras atau etnis, stres, dan kehamilan. Diabetes Melitus identik dengan meningkatnya kadar gula di dalam darah. Jika penderita diabetes mempunyai gula darah yang tinggi