28 Indonesian Journal of Public Health EFEK SUPLEMEN BESI TERHADAP PENINGKATAN HB DAN INDEK ERITROSIT IBU HAMIL Kt. Tangking Widarsa*, I Wayan Weta, Ida Ayu Alit Widhiartini Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Jl PB Sudirman Denpasar Bali *Email: twidarsa@hotmail.com ABSTRACT To study the e’ect of iron supplement equivalent to 60 mg elemental iron and 0.25 mg folic acid to the erythrocyte indexes and anemia among pregnant mothers.A pretest-pos!est community trial was carried out among pregnant mothers who were absent of bleeding history and other blood disorders and gestations age were under 24 weeks. Iron tablets equivalent to 60 mg elemental iron and 0.25 mg folic acid were given to the mothers every day until 8 weeks long. Hb, MCV, MCH, and MCHC were evaluated twice before intervention and a$er intervention. The changes were analyzed using t-test and \ 2 test at 0.05 signi#cance level. Before intervention, almost 78.23% of pregnant women su’ering from iron de#ciency (MCH < 27 pg/cell) and 35.28% were anemic (Hb < 11 g/dl). The proportion of su’ering iron de#ciency and anemia signi#cantly decreased a$er intervention (p < 0.05). The proportion of su’ering iron de#ciency decreased to 27.43% and anemia decreased to 9.35%. The mean of Hb, MCH and MCHC signi#cantly increased a$er intervention (p < 0.05), but there was no changes on MCV (p > 0.05). More then 2/3 of the pregnant mothers su’ered from iron de#ciency and 1/3 were anemic. Iron supplement signi#cantly increased the erythrocyte indexes and reduced the prevalence of anemia among pregnant mothers. Therefore, it is important to continue iron supplement program and it will be more e’ective when #rst introduced at pre-maternal period. Keywords: Iron Supplement, Erythrocyte Indexes, Anemia of Pregnant Mothers PENDAHULUAN A nemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin dalam darah rendah dan hemoglobin berfungsi untuk mengantarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh termasuk pada tubuh janin (Hindmarsh, et al, 2000). Bila kadar hemoglobin pada darah rendah maka kebutuhan oksigen sel atau jaringan tubuh termasuk tubuh janin akan terganggu. Oleh karena itu, anemia pada ibu hamil dapat memberikan dampak negatif kepada ibu dan janin yang dikandungnya. Efek anemia pada ibu hamil dilaporkan dapat menyebabkan kelahiran prematur, meningkatkan risiko kematian ibu, meningkatkan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) dan penurunan status imunitas serta dapat menurunkan intelegensia anak (Allen, 1977; Allen, 2000; Amiri, 1997; Gha!as, et al, 2003). Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa anemia ibu hamil dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan dan pertumbuhan bayi. Anemia pada ibu hamil juga dilaporkan mempengaruhi produktivitas kerja wanita (Purwani, et al, 2002; Conrad, 2003). Anemia de#siensi besi pada ibu hamil disebabkan oleh banyak faktor antara lain intake besi yang kurang, kehilangan darah akut dan kronis, kebutuhan zat besi meningkat, hemodilusi, gangguan absorbsi besi, dan cadangan besi yang rendah. Kurangnya intake besi disebabkan oleh karena kurangnya jumlah besi dalam makanan atau kualitas besi dalam makanan mempunyai bioavaibilitas rendah atau dimakan bersama makanan yang banyak serat, rendah protein dan rendah vitamin C. Kehilangan darah koronis dapat disebabkan oleh tukak lambung, karsinoma lambung, karsinoma kolon, hemorhoid, infeksi cacing tambang dan kehilangan darah akut misalnya Widarsa, et.al Vol. 1 No. 1 : 28 - 34