JNTETI, Vol. 4, No. 1, Februari2015 1 A.B. Tjandrarini: Pembuatan Prototipe Tempat dan … ISSN 2301 - 4156 Pembuatan Prototipe Tempat dan Aplikasi Pengembalian Koleksi Perpustakaan Secara Mandiri A.B. Tjandrarini 1 , Julianto Lemantara 2 Abstract – Library services of STIKOM Surabaya in return collection is not optimal since the return time is limited to the business hours. The returning process also takes long time for barcode reading speed is longer than RFID and fines payment must be made directly at officer, causing queues for other members. This study aims to create prototype and collection return application that makes return process easier, faster, and more flexible in time and place. RFID tag was attached to a collection. The RFID reader located on the prototype was used to detect the collection return data. The data was checked at Library Information System to obtain borrowing status. If borrowing status is valid, then green light is on and if not valid, then red light is on. After the light turned green, the collection return data was stored in the protype memory as backup. Besides, the return data was sent to the collection return application to be processed of return actual date, fines calculation, and time determination of rejected borrow. Experimental results show that the prototype of RFID reader equipped with a mechanism light has been successfully integrated with the collection return application module. The application can also perform the return process in changes of return collection realization date, fines calculation, and time determination of rejected borrow. Intisari – Pelayanan perpustakaan STIKOM Surabaya dalam pengembalian koleksi belum optimal dikarenakan waktu pengembalian koleksi terbatas pada jam kerja. Proses pengembalian koleksi juga membutuhkan waktu cukup lama dikarenakan kecepatan pembacaan barcode lebih lama daripada RFID dan pembayaran denda harus dilakukan langsung di petugas sehingga menimbulkan antrian untuk anggota lain. Penelitian ini bertujuan untuk membuat prototipe tempat dan aplikasi pengembalian koleksi yang membuat proses pengembalian menjadi lebih mudah, cepat, dan fleksibel dalam segi waktu dan tempat. Tag RFID ditempelkan ke koleksi. RFID reader yang terletak pada prototipe bertugas mendeteksi data peminjaman koleksi bersangkutan. Data tersebut dicek pada Sistem Informasi Perpustakaan untuk mendapatkan status pinjamnya. Jika status pinjam valid, maka lampu hijau menyala dan jika tidak valid, maka lampu merah menyala. Setelah lampu hijau menyala, data pengembalian koleksi tersimpan di memori prototipe sebagai cadangan. Pada saat itu, data pengembalian dikirim ke aplikasi pengembalian koleksi untuk diproses tanggal realisasi pengembalian, perhitungan denda, dan penentuan lama scorsing. Hasil uji coba menunjukkan prototipe yang dilengkapi RFID reader dengan menerapkan mekanisme nyala lampu telah berhasil diintegrasikan dengan modul aplikasi pengembalian koleksi. Aplikasi juga dapat melakukan proses pengembalian dalam hal perubahan tanggal realisasi pengembalian koleksi, perhitungan denda, dan penentuan lama scorsing. Kata Kunci: RFID, Identifikasi Koleksi, Pengembalian Koleksi, Prototipe I. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi dewasa ini semakin pesat. Teknologi informasi sudah banyak diterapkan di berbagai bidang termasuk bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan, suatu perguruan tinggi tidak mungkin terlepas dari peranan perpustakaan yang sangat vital. Perpustakaan adalah salah satu unit kerja yang berupa tempat untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, dan mengatur koleksi bahan pustaka secara sistematis untuk digunakan oleh pemakai sebagai sumber informasi sekaligus sebagai sarana belajar yang menyenangkan [1]. Oleh karena itu, pelayanan pihak perpustakaan terhadap anggotanya harus memiliki kualitas yang baik sehingga anggota merasa nyaman dan senang saat membaca, meminjam, dan mengembalikan koleksi di perpustakaan. Untuk memberikan pelayanan yang baik tersebut, perpustakaan dapat menghadirkan dan memanfaatkan teknologi informasi [2]. Penerapan teknologi RFID menjadi solusi yang sudah mulai banyak digunakan di perpustakaan perguruan tinggi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan cepat kepada anggota perpustakaan. Perpustakaan STIKOM Surabaya saat ini sudah menerapkan teknologi informasi dalam memberikan pelayanan kepada anggota. Namun, pelayanan perpustakaan tentu terbatas pada jam kerja sehingga anggota perpustakaan, baik mahasiswa maupun karyawan tidak dapat mengembalikan koleksi sewaktu-waktu. Hal ini tentu berpotensi untuk memperbesar tingkat keterlambatan dalam pengembalian koleksi. Berdasarkan data jumlah keterlambatan pengembalian koleksi di perpustakaan STIKOM Surabaya dapat ditunjukkan bahwa tingkat keterlambatan selama ini cukup tinggi. Data menunjukkan bahwa rata-rata keterlambatan lima tahun terakhir dari tahun 2008 hingga 2012 adalah 3707. Ini berarti rata-rata jumlah keterlambatan setiap hari sekitar 10 hingga 11 transaksi dan proses perhitungan ini belum mempertimbangkan hari libur dan hari minggu. Jika hari libur dan hari minggu diasumsikan tidak ada transaksi yang terjadi, maka rata-rata keterlambatan setiap hari akan menjadi lebih besar. Untuk lebih jelasnya, data jumlah keterlambatan ini dapat dilihat pada Gbr. 1. Selain itu terbatasnya jam kerja perpustakaan, mengakibatkan proses pengembalian koleksi di perpustakaan STIKOM Surabaya masih belum fleksibel. Anggota harus berkunjung atau mungkin antre di loket petugas perpustakaan. Kondisi seperti ini tentu membuat anggota perpustakaan kurang nyaman. Proses pengembalian akan lebih baik jika bisa lebih fleksibel, artinya anggota perpustakaan tidak harus berkunjung ke loket petugas perpustakaan. Anggota perpustakaan cukup mengembalikan koleksi pada tempat pengembalian koleksi yang lebih mudah dijangkau di area STIKOM Surabaya. 1 ,2 Fakultas Teknik Informatika, Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Jln. Raya Kedung Baruk 98, Surabaya, INDONESIA (e-mail: asteria@stikom.edu , julianto@stikom.edu )