1
JURNAL MKMI, Vol. 14 No. 1, Maret 2018
Efektivitas Program Suplementasi Zat Besi pada Remaja Putri
di Kota Bogor
Effectiveness of Iron Supplementation Programme in Adolescent girl
at Bogor City
Tyas Permatasari
*
, Dodik Briawan, Siti Madanijah
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor
(
*
permatasari.tyas@gmail.com)
ABSTRAK
Prevalensi anemia pada remaja putri masih tetap tinggi. Program suplementasi besi untuk remaja putri ber-
tujuan menurunkan prevalensi anemia, tetapi hasilnya tidak selalu sukses. Penelitian ini bertujuan untuk melihat
efektivitas program suplementasi besi pada remaja putri di Kota Bogor. Desain yang digunakan yakni quasi ex-
periment pre-post intervensi pada study effectiveness. Penelitian berlangsung dari September 2016 sampai Januari
2017 bersama Dinas Kesehatan Kota Bogor. Jumlah subyek penelitian yakni 172 remaja putri usia (10-18 tahun)
dari 4 sekolah. Pengambilan darah di ujung jari untuk menguji kadar hemoglobin subjek dianalisis menggunakan
metode cyanmethemoglobin. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi anemia (Hb <12g/dl) sebelum program
20.7% dan menurun menjadi 15.2% setelah 4 bulan intervensi. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa
faktor yang mempengaruhi peningkatan kadar Hb, yakni status Hb awal (p<0.05;OR=3.52;CI95%=1.40-8.85).
Program suplementasi besi pada remaja putri di Kota Bogor belum berjalan secara efektif.
Kata kunci : Anemia, efektivitas, remaja putri, suplementasi besi
ABSTRACT
Prevalence of anemia in adolescent girl was still high. The iron supplementation program for improving
the iron status, but this program is not always successfully to reducing prevalence anemia. The objective was to
analyzed factor that infuenced succesfully of iron supplementation program at the adolescent girls. A quasi ex-
periment pre-post intervention design was applied in female student at Bogor City between September 2016 until
January 2017 run by the Health Offce of Bogor City. A number of 172 adolescent girls (aged 10-18 years) partic-
ipated in the study from 4 school in Bogor City. Blood was collected through fngerthick and analyzed with cyan-
methemoglobin method. The result showed that prevalence of anaemia (Hb <12g/dl) was found to be 20.7% and
decreased by 5.2% after four month of supplementation. The logistic regression analyses showed that status before
supplementation was factor that affect improve of haemoglobin level (p<0.05;OR=3.52;CI95%=1.40-8.85). The
iron supplementation program in Bogor city did not effective.
Keywords : Anaemia, adolescent girls, effectiveness, iron supplementation
Copyright © 2018 Universitas Hasanuddin. This is an open access article under the CC BY-NC-SA license
(https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/).
DOI : http://dx.doi.org/10.30597/mkmi.v14i1.3705