Jurnal Cerebellum p-ISSN: 2407-4055 e-ISSN:- 94 Jurnal Cerebellum 2020;6(4):94-99 DOI: 10.26418/jc.v6i4.47800 Hubungan tingkat aktivitas fisik dengan tingkat depresi pada mahasiswa tahun kedua Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Dwi Resqy Amana 1,* , Wilson 2 , Ery Hermawati 3 1 Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Kalimantan Barat, Indonesia 2 Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat, Singkawang, Kalimantan Barat, Indonesia 3 Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Kalimantan Barat, Indonesia *Korespondensi: dwiresqyamana@student.untan.ac.id Abstrak Latar belakang: Peningkatan gejala depresi terjadi pada mahasiswa kedokteran tahun kedua disebabkan beban berat dan materi pembelajaran yang semakin sulit. Padatnya jadwal perkuliahan dan kegiatan kemahasiswaan menyebabkan kurangnya aktivitas fisik yang akan berhubungan dengan peningkatan gejala depresi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain potong lintang dan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah subjek penelitian 93 mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura tahun kedua. Alat ukur penelitian menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) untuk mengukur tingkat aktivitas fisik dan Beck Depression Inventory II (BDI II) untuk mengukur tingkat depresi. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Berdasarkan uji statistik didapatkan nilai p=0,707 dengan nilai koefisien korelasi (r)=-0,040. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan tingkat depresi pada mahasiswa tahun kedua Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Kata kunci: aktivitas fisik, depresi, mahasiswa Relationship between physical activity and depression level among second-year medical students at Faculty of Medicine Tanjungpura University Abstract Background: An increase in depressive symptoms occurs among second-year medical students due to heavy burdens and increasingly difficult learning materials. Busy schedules and extracurricular activities may result in lack of physical activity which is associated with an increase in depressive symptoms. Methods: This research was a cross-sectional analytic study using total sampling technique. Ninety three second-year students at Faculty of Medicine Tanjungpura University participated in the study. Physical activity and depression level were measured using Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) questionnaire and Beck Depression Inventory-II (BDI II), respectively. Data was analyzed using the Spearman Rank correlation test. Results: Statistical analysis showed p-value of 0.707 with a correlation coefficient (r) of -0.040. Conclusions: There is no relationship between level of physical activity and depression level among second-year medical students at Faculty of Medicine Tanjungpura University. Keywords: physical activity, depression, students Pendahuluan Kedokteran merupakan salah satu jurusan di Perguruan Tinggi yang dinilai penuh dengan tekanan dan diperlukan upaya serta kerja keras dalam menempuhnya. 1 Fakultas kedokteran dikenal sebagai