Salman Yasir Fakhry Putra dkk. 81 Jurnal Forum Nuklir (JFN) Volume 10, Nomor 2, November 2016 PERANCANGAN REAKTOR BATCH UNTUK PEMISAHAN PERAK DARI LARUTAN BEKAS PENCUCIAN FILM RADIOGRAFI Salman Yasir Fakhry Putra, Noor Anis Kundari, Kris Tri Basuki STTN-BATAN, Yogyakarta, Indonesia, sttn@batan.ac.id ABSTRAK PERANCANGAN REAKTOR BATCH UNTUK PEMISAHAN PERAK DARI LARUTAN BEKAS PENCUCIAN FILM RADIOGRAFI. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kinetika proses pelarutan dan desain reaktor batch. Fixer bekas menjadi masalah karena mengandung Ag yang termasuk logam berat dan digolongkan sebagai limbah B3. Namun, logam Ag tersebut juga mempunyai nilai ekonomis karena tergolong logam mulia. Oleh karena itu, dilakukan perancangan reaktor batch untuk mengurangi masalah limbah di lingkungan. Metode untuk menentukan konstanta kinetika pada proses pelarutan adalah melarutkan Ag2S dan HNO3, yang kemudian diaduk dan dipanaskan pada suhu 90°C konstan dengan memvariasikan waktu pengadukan. Nilai konstanta kinetika proses pelarutan adalah 0,216/menit. Berdasarkan nilai konstanta kinetika yang diperoleh, dapat dihitung rancangan reaktor batch pada proses pertukaran logam untuk kapasitas 99 l/bulan, yakni D = 45 cm, H = 68 cm, t = 0,35 cm, dan P = 0,76 watt. Adapun rancangan reaktor pada proses pelarutan adalah D = 44 cm, H = 66cm, t = 0,33 cm, dan P = 42,29 watt. Kata kunci: reaktor batch, fixer, pelarutan, kinetika, perancangan ABSTRACT BATCH REACTOR DESIGN FOR SILVER RECOVERY FROM USED PHOTOGRAPHIC FIXER SOLUTION. This study was conducted to determine the kinetics of dissolution process and batch reactor design. Used photographic fixer solution contains silver which is considered hazardous materials. However, silver is also a precious metal. In this work a batch reactor was designed to recover silver from used fixer solution. The method for determining the kinetics constant of the dissolution process is by dissolving Ag 2S and HNO3. The solution was stirred and heated at a constant temperature of 90°C by varying the stirring time. The kinetics constant value was 0,216/min. Based on this constant value, batch reactor design for metal exchange process of 99 l/month could be calculated as follows D = 45 cm, H = 68 cm, t = 0,35 cm, P = 0,76 watts, and for dissolution process D = 44 cm, H = 66 cm, t = 0,33 cm, P = 42,29 watts. Keywords:batch reactor, fixer, dissolution, kinetics, design PENDAHULUAN Fixer bekas menjadi masalah karena pada fixer bekas terkandung logam Ag dan fixer bekas tergolong limbah B3. Namun logam Ag yang terkandung pada fixer bekas juga mempunyai nilai ekonomis karena tergolong logam mulia. Berbagai teknologi digunakan untuk mendapatkan kembali Ag dari limbah larutan fixer yang kebanyakan efektif pada batas konsentrasi Ag tertentu. Perak dalam bentuk kompleks anionik tiosulfat (Ag(S2O3)2) 3- dapat dipisahkan dari larutannya dengan cara elektrolisis, pertukaran logam (metallic replacement), pengendapan, penukar ion, membran cair emulsi (ELM), dan adsorbsi dengan kitin [1]. Reaksi pertukaran logam tunggal pada pemungutan perak dalam limbah larutan fixer logam Mg menggeser logam Ag pada Ag2S2O3 dan membentuk Ag2S. Hal ini dikarenakan logam Mg lebih reaktif daripada logam Ag sehingga terjadi reaksi redoks. Selanjutnya, dilakukan reaksi pelarutan dengan cara melarutkan Ag2S dengan HNO3 sehingga membentuk AgNO3. Penelitian ini dilakukan untuk merancang reaktor batch yang mampu memulihkan perak dari limbah larutan fixer sehingga tidak mencemari lingkungan. Selain itu, logam perak juga mempunyai nilai ekonomis. Pemulihan