Jurnal Kompetensi Teknik Vol. 10, No.2, November 2018 1 Analisis kekuatan impak pada komposit serat daun nanas untuk bahan dasar pembuatan helm SNI Bagus Tri Mulyo 1 , Heri Yudiono 2 1 Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang. 2 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang. heri_yudiono@mail.unnes.ac.id ABSTRAK : Seiring dengan perkembangan zaman pemanfaatan teknologi dengan penggunaan bahan komposit serat alam telah banyak dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan impak pada komposit serat daun nanas sebelum diaplikasikan untuk bahan dasar pembuat helm SNI. Desain penelitian ini menggunakan true eksperimental design dengan tipe posttest-only control design, terdapat dua kelompok pada penelitian yaitu kelompok eksperimen (komposit serat) dan kelompok kontrol (helm SNI). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kekuatan komposit dengan penambahan volume serat. Nilai energi serap dan kekuatan impak tertinggi terdapat pada volume serat 10% sebesar 0,5375 Joule dan 0,01657 Joule/mm 2 , jauh diatas helm SNI yang hanya sebesar 0,3125 Joule dan 0,00972 J/mm 2 . Untuk nilai densitas tertinggi pada fraksi volume 13% sebesar 1,4525 gram/cm 3 . Dapat disimpulkan bahwa komposit serat daun nanas dapat digunakan sebagai bahan alternatif dalam pembuatan helm SNI. Kata Kunci: komposit, daun nanas, kekuatan impak, helm SNI. 1. Pendahuluan Seiring dengan perkembangan zaman pemanfaatan teknologi dengan penggunaan bahan komposit khususnya menggunakan serat alam (natural fiber) telah banyak dikembangkan, mulai dari peralatan sederhana hingga sektor industri. Penggunaan material komposit serat alam yang mudah dibentuk, memiliki kekuatan yang baik, ramah lingkungan dan bisa didaur ulang kembali merupakan tuntutan teknologi saat ini. Pada dasarnya material komposit adalah material yang tersusun dari gabungan dua atau lebih material pada skala makroskopis, dan menghasilkan sebuah material baru yang lebih bermanfaat dan memiliki sifat-sifat berbeda dengan material-material penyusunnya (Gibson, 1994). Komposit yang berpenguat serat tanaman, sifat mekaniknya akan meningkat juga seiring dengan pertambahan volume berat serat, sifat mekanik yang meningkat adalah kekuatan tarik, bending, serta kekuatan impak (Stark dan Rowlands, 2003). Penggunaan serat alam sebagai penguat untuk bahan komposit menggantikan peran serat sintetis merupakan salah satu langkah bijak dalam meningkatkan nilai ekonomis serat alam mengingat keterbatasan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Potensi serat alam ini didukung oleh beberapa keunggulan serat organik, antara lain: densitas yang rendah, ramah lingkungan, biodegradable, ketersediaan yang melimpah, ketangguhan yang tinggi, proses penyiapan yang relatif mudah, harga bahan baku yang relatif murah, dan mengurangi konsumsi energi pabrikasi (Chandramohan dan Bharanichandar, 2013). Selanjutnya, serat tanaman ini lebih mudah dalam pembuatan dan proses eksperimen serta pemasangannya dibandingkan dengan serat hewan (Noryani, et. al., 2018). Banyak serat tanaman seperti rami, kenaf, sabut, sisal, dan daun nanas yang sedang dipelajari di seluruh dunia (Jahan, et. al., 2012). Tanaman nanas merupakan tanaman yang banyak dijumpai diseluruh Indonesia, sehingga produksi nanas ini sangat melimpah. Sampai sekarang, pemanfaatan serat daun nanas hanya digunakan untuk kerajinan rumah tangga berupa anyaman dan masih jarang digunakan untuk komoditi dalam dunia industri. Serat daun nanas yang terdiri dari selulosa sekitar 70-80% memberikan sifat