Buletin Psikologi Volume 30, Nomor 2, 2022: 139– 160 DOI: 10.22146/buletinpsikologi.73642 ISSN 0854 - 7106 (print) ISSN 2528-5858 (Online) Functional Family Therapy: Sebuah Tinjauan Perlingkupan Functional Family Therapy: A Scoping Review Astri Firdasannah * 1 , Ihsana Sabriani Borualogo 2 , Sulisworo Kusdiyati 2 1 Fakultas Psikologi, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia, Indonesia, 2 Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung, Indonesia Naskah masuk 29 April 2022 Naskah diterima 13 Agustus 2022 Naskah diterbitkan 23 Desember 2022 Abstrak. Pengembangan intervensi Functional Family Therapy (FFT) untuk mengatasi masalah perilaku pada remaja telah dilakukan oleh Sexton dan Alexander sejak tahun 2002. FFT berfokus pada meningkatkan fungsi keluarga melalui tiga fase, yaitu; engagement and motivation, behavior change, dan generalization. Sampai saat ini pengujian dan pengembangan FFT masih terus dilakukan. Namun belum ada ulasan terbaru mengenai FFT terhadap penurunan perilaku bermasalah dan kemungkinan keterlibatan lebih lanjut (tingkat residivisnya) pada remaja. Sehingga, kajian perlingkupan ini menjelaskan bagaimana pengujian FFT sebagai intervensi untuk menurunkan perilaku bermasalah dan tingkat residivis remaja yang didukung bukti di berbagai negara dalam kurun waktu sepuluh tahun ke belakang. Metode scoping review digunakan untuk mendapatkan bukti secara sistematis mengenai hasil pengujian FFT terhadap perilaku bermasalah remaja. Kesimpulan dari tinjauan literatur ini adalah pengujian FFT sebagai intervensi untuk menurunkan perilaku bermasalah dan tingkat residivis pada remaja terus dilakukan di berbagai konteks negara dan budaya selama sepuluh tahun terakhir. Melihat perkembangannya pengujian FFT dilakukan dalam konteks negara yang berbeda dan disesuaikan dengan karakteristik perilaku bermasalah dalam negara tersebut. Selain itu, pengujian FFT dilakukan terhadap jumlah responden yang cukup besar. Oleh karena itu, melihat kondisi dan hasil penelitian ini FFT dapat direkomendasikan untuk diterapkan juga di Indonesia guna mengatasi masalah remaja. Adaptasi FFT dalam konteks budaya Indonesia dapat juga menambah data empirik tentang efektivitas FFT dalam konteks budaya timur, di mana saat ini baru terdapat satu implementasi, yaitu di Singapura. Kata kunci: FFT; perilaku bermasalah; remaja; tingkat residivis Abstract. Since 2002, Sexton and Alexander have been working to develop Functional Family Therapy (FFT) strategies to deal with adolescents’ behavioral issues. Through three stages, engagement and motivation, behavior modification, and generalization, FFT aims to improve family function. Even now, FFT research and development are ongoing. However, there hasn’t been a current analysis of FFT’s effectiveness in lowering adolescent problem behavior and the likelihood of future involvement (recidivism rate). Thus, this scoping study explains how FFT testing as an intervention to reduce problematic behavior and youth recidivism rates is supported by evidence in various countries in the past ten years. The scoping review method is used to systematically obtain evidence regarding the results of FFT testing on adolescent problematic behavior. The conclusion from this literature review is that the evolution of FFT testing as an intervention to reduce problem behavior and recidivism rates in adolescents has continued in various countries and cultural contexts over the past ten years. With its development, FFT testing is now carried out in the context of different countries and adapted to the characteristics of problematic behavior in these countries. In addition, FFT testing was carried out on a fairly large number of respondents. Given the circumstances and findings of this study, it is suggested that FFT be used to address adolescent problems in Indonesia as well. Adaptation of FFT in the Indonesian cultural context can also add empirical data about the effectiveness of FFT in the eastern cultural context, where currently there is only one implementation, namely in Singapore. Keywords: adolescents; FFT; problem behavior; recidivist level 139 BULETIN PSIKOLOGI