99
JESS 6 (3) (2017)
Journal of Educational Social Studies
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jess
Kearifan Lokal Masyarakat Etnis Gayo sebagai Destinasi Wisata Budaya
di Kota Takengon
Khaironi
1
, Etty Soesilowati
2
& Thriwaty Arsal
2
1
Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia
2
Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Info Artikel
________________
Sejarah Artikel
Diterima:
Juli 2017
Disetujui:
Agustus 2017
Dipublikasikan:
Desember 2017
________________
Keywords:
local wisdom, society,
cultural tourism
____________________
Abstrak
___________________________________________________________________
Beragam suku dan budaya yang ada di Provinsi Aceh diantaranya suka Gayo yang
berada di kabupaten Aceh Tengah, masyarakat etnis Gayo memiliki kebudayaan,
seni, tradisi dan kegiatan sosial budaya lainya yang seharusnya dapat dijadikan
sebagai destinasi wisata budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model
pengelolaan wisata budaya, menganalisis kendala-kendala dalam pengelolaan
wisata budaya, menganalisis strategi pengembangan wisata budaya di Kota
Takengon. Metode penelitan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil model
pengelolaan pariwisata di Kota Takengon masyarakat dan pemerintah tidak sejalan
dalam pengembangan pariwisata, dan yang menjadi kendala untuk pengembangan
pariwisata kurangnya sarana prasarana, tidak adanya bus pariwisata dan terkendala
dengan anggaran dalam pagelaran kesenian. Adapun strategi pengembangan
pariwisata sudah baik dalam pembuatan event pagelaran kesenian dan sosial budaya
masyarakat tetapi kegiatan tersebut belum maksimal.
Abstract
___________________________________________________________________
Various tribes and cultures that exist in Aceh province such as Gayo that reside at Central
Aceh. Gayo people have their own cultures, arts, traditions and other socio- cultural activities
that could have been used as cultural tourism destinations. This study aims to analyze the
model of cultural tourism management. Furthermore, this study analyzes the obstacles within
the management of cultural tourism and the strategy of cultural tourism development in
Takengon city. This study uses qualitative approach as the research methodology. The results
of the model of tourism management in Takengon city showed that the community and the
government are not aligned in the development of tourism, and the things that become the
obstacles to the development of tourism are lack of infrastructure, unavailability of tourism
buses and limited budget in setting up any art performances. The tourism development strategy
has been good in the making event of art performances and socio- culture of society but the
activity has not been maximized.
© 2017 Universitas Negeri Semarang
Alamat korespondensi:
Jl. Teuku Hasan Kreung Kalee, Kota Banda Aceh
E-mail: khaironi.ariber@gmail.com
p-ISSN 2252-6390
e-ISSN 2502-4442