PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI KENDALI MOTOR SERVO DAN STEPPER PADA MESIN EARLOOP MENGGUNAKAN PLC Dwinda Merdania Rizki Savana 1) , Seno Darmawan Panjaitan 2) , Muhammad Saleh 3) 1,2,3) Program Studi Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Pontianak Email : dwindacolby1328@gmail.com Abstrak Saat ini, permintaan akan kebutuhan masker meningkat setelah diterapkannya “New Normal”, sehingga diperlukan suatu alat yang dapat memproduksi masker dalam jumlah besar dengan waktu yang singkat. Dalam dunia industri, dibutuhkan suatu mesin dengan sistem terotomatisasi yang mampu menangani hal tersebut. Programmable Logic Controller (PLC) merupakan salah satu pengendali otomatis pada proses operasi produksi yang umum digunakan dalam industri. Selain itu, pemilihan penggunaan komponen pada mesin juga mempengaruhi kecepatan hasil produksi tersebut. Saat ini terdapat kebutuhan untuk mempercepat proses produksi. Oleh karena itu, dirancang suatu sistem pada salah satu mesin untuk subproses pembuatan masker yaitu mesin tali telinga masker (Earloop). Mesin Earloop adalah mesin yang bertugas untuk memasangkan tali karet masker pada bahan masker. Mesin Earloop dirancang dengan program PLC berbasis Petrinet dan pemilihan aktuator yang dominan digunakan yaitu motor servo dan stepper. Tujuan pemilihan aktuator berupa motor servo dan stepper ini untuk mempercepat proses produksi. Mesin Earloop ini mampu memproduksi 63 buah masker per menit. Kata kunci : PLC, Mesin Masker, Earloop, Petrinet, Servo, Stepper Abstract Currently, the demand for masks has increased after the implementation of the "New Normal", so a tool is needed that can produce masks in large quantities in a short time. In the industrial world, a machine with an automated system is needed that can handle this. Programmable Logic Controller (PLC) is one of the automatic controllers in the production operation process that is commonly used in industry. In addition, the selection of the use of components on the machine also affects the speed of the production. Currently there is a need to speed up the production process. Therefore, a system was designed on one of the machines for the subprocess of making masks, namely the Earloop Mask Machine. The Earloop Mask Machine is a machine whose job is to attach the mask rubber strap to the mask material. The Earloop Mask Machine is designed with a Petrinet-based PLC program and the dominant actuator selection used is servo and stepper motors. The purpose of selecting actuators in the form of servo and stepper motors is to speed up the production process. This Earloop Mask Machine is capable of producing 63 masks per minute. Keywords : PLC, Mask Machine, Earloop, Petri Net, Servo, Stepper 1. PENDAHULUAN Pada kondisi global saat ini yang sedang dilanda virus corona, berbagai macam produk yang berhubungan dengan kesehatan dan medis sangat diperlukan salah satunya adalah masker. Masker menjadi hal yang penting digunakan pada masa new normal saat ini. Masker medis tiga lapis cukup efektif mencegah penyebaran virus lebih baik jika dibandingkan dengan masker kain. Untuk itu, pentingnya terdapat industri yang memproduksi masker medis tiga lapis dalam jumlah yang besar. Dunia industri sangat membutuhkan sistem terotomatisasi karena mampu menghasilkan produk dalam jumlah besar dengan waktu yang singkat dan tingkat kesalahan yang sangat kecil. Programmable Logic Controller (PLC) merupakan suatu sistem kendali otomatis pada proses operasi produksi di sebuah industri. Secara umum prinsip kerja PLC adalah merespon masukan kemudian mengatur kondisi keluaran sesuai keinginan pengguna. Di Kalimantan Barat terdapat satu-satunya industri yang memproduksi masker medis tiga lapis. Pabrik industri tersebut adalah PT. Insight Medica Fame. Salah satu mesin untuk produksi masker adalah Mesin Tali Telinga Masker (Earloop). Mesin earloop adalah salah satu mesin untuk tahapan proses produksi masker yang bertugas merekatkan tali karet pada bahan masker. Mesin earloop yang diamati saat kerja praktek di pabrik tersebut menggunakan aktuator yang terhubung pada pin output PLC sebagian besar adalah pneumatik. Permasalahannya terletak pada pengendalian kecepatan dan posisi pergerakan dari aktuator pneumatik. Pengendalian kecepatan pneumatik dilakukan secara manual pada komponen fitting pneumatic flow control yang kerjanya dapat