Ahmad Ghufron Al Kindi, SNTEM, Volume 2, November 2022, hal. 1147-1155 1147 TUNING CONTROL CASCADE LEVEL-FLOW PADA KOLOM DE-ETHANIZER MENGGUNAKAN METODE ZIEGLER NICHOLS Ahmad Ghufron Al Kindi 1* , Suka Handaja Budi 1 , Astrie Kusuma Dewi 1 1 Teknik Instrumentasi Kilang, Politeknik Energi dan Mineral Akamigas, Jl. Gajah Mada No.38 Karangboyo Kec. Cepu, Blora, 58315 *Email:ahmadghufron2018@gmail.com ABSTRAK Column De-ethanizer merupakan alat yang terpenting dalam pemisahan C1,C2 dengan C3+. Kolom De-ethanizer bekerja berdasarkan perbedaan titik didih, dengan demikian titik didih yang rendah akan menguap ke atas sedangkan titik didih yang tinggi akan turun ke bawah, C1 dan C2 akan menguap ke atas karena titik didihnya lebih rendah dibandingkan dengan C3+. C1 dan C2 yang menguap ke atas menuju Top De-ethanizer akan menjadi lean gas. Sementara C3+ akan jatuh ke bawah melewati tray menjadi produk Natural Gas Liquid (NGL). Proses pengendalian di Kolom De-ethanizer bertujuan untuk menjaga level gas tetap di set-point, Sehingga mendapatkan produk yang memenuhi kulifikasi. Untuk konfigurasi yang digunakan untuk pengendalian level di De-ethanizer merupakan Control Cascade dimana 01-LIC- 3401 adalah Master controller dan memiliki aksi direct dan memiilki control Propotional Integral Derivative (PID) sedangkan 01-FIC-3507 adalah Slave Cotnroller memiliki aksi reverse dan control propotional integral (PI). Kata Kunci : De-ethanizer, Control PID, Control Cascade 1. PENDAHULUAN Coloumn de-etahnizer adalah coloumn yang berfungsi untuk proses pemisahan gas berdasarkan perbedaan titik didih dari fraksi-fraksi tersebut, di kolom 01-C-3401 mempunyai sistem pengendalian salah satunya di bottom coloumn pada sistem ini memiliki loop cascade yaitu loop ini mempunyai 2 variable yang diukur dan 1 output final control element. Untuk variable yang di cascade adalah level dan flow, level sebagai primary loop dan flow sebagai secondary loop. Proses pengendalian cascade ini dinamika secondary loop harus lebih cepat dari primary loop jika kondisi ini tidak terpenuhi maka kinerrja cascade control tidak akan memuaskan dan sistem cascade untuk mencapai kestabilan membutuhkan waktu yang lama. Metode PID konvesional, dua parameter tersebut diturunkan secara matematis, untuk orde tinggi PID konvesional bisa menyulitkan dalam penalaan parameter-parameter tersebut, karena itu untuk memudahkan penalaan parameter-parameter tersebut dengan menggunakan metode ziegle- nichols, ziegler-nichols bisa menjadi metode penalaan PID yang bisa dilakukan secara otomatis tanpa memodelkan sistem. Untuk metode ini dilakukan dalam dua tahap yaitu penentuan parameter-parameter kontrol dan pengendalian dengan menggunakan parameter-parameter tersebut, tujuan dari melakukan tuning menggunakan metode ziegler-nichols adalah untuk mendapatkan respon yang cepat dan lebih stabil karena itulah dilakakunnya proses tuning menggunakan metode ziegler-nichols di PT X dan alasan kenapa menggunakan metode ziegler- nichols karena dengan metode ini kita bisa mempercepat proses controller dan juga metode in bisa kita gunakan tanpa harus alat yang mau kita test terpasang jadi tanpa alat atau projek yang belum terpasang kita bisa melakukan tuning dengan metode ini.[1]