1 SLÉNCO Sebuah komposisi Karawitan Faisol Amir 1 Jurusan Karawitan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta ABSTRAK Komposisi karawitan Slénco’ merupakan representasi kasus disleksia, yang fokusnya lebih mengarah pada persoalan komunikasi atau ketidaknyambungan komunikasi. Slénco memiliki arti tidak sesuai, tidak cocok, dan tidak nyambung dengan hal yang lumrah atau sesuatu hal pada umumnya. Kata slénco dipilih untuk menegaskan inti karya yang menyampaikan sebuah komunikasi bahasa yang tidak bisa diterima dengan baik oleh penderita disleksia. Karya komposisi karawitan ‘Slénco’ dibentuk melalui eksperimen garap, baik vokal maupun musikal dengan metode karawitan Jawa dan musik Barat dalam penyusunan melodi dan ritmisnya. Metode yang digunakan antara lain harmoni kempyung, permainan sukat, ritmis syncope, dan inversi melodi. Adapun tujuan dari penciptaan karya komposisi ‘Slénco’ adalah menyampaikan pesan moral dan kesadaran gejala disleksia kepada para penonton dan membuka ruang lingkup dunia komposisi karawitan yang lebih dinamis dan terbuka dari berbagai bentuk kreativitas dengan menangkap fenomena sosial masyarakat. Kata kunci: Disleksia, slénco, garap, komunikasi, Pendahuluan Konsep dasar yang menjadi pijakan pada karya komposisi karawitan ini adalah disleksia yang fokusnya lebih mengarah kepada persoalan komunikasi. Disleksia merupakan gangguan spesifik dalam membaca, yaitu berupa kesulitan untuk memisahkan kata dari sekelompok kata dan fonem (bunyi huruf) untuk setiap kata. Secara umum, disleksia dapat dikatakan sebagai kesulitan mengolah masalah sebab proses informasi yang dilakukan otak penderita disleksia sangat berbeda dengan manusia pada umumnya. 2 Disleksia mengganggu kemampuan orang untuk membaca, menulis, mengeja, bahkan kadang-kadang dalam 1 Alamat korespondensi: Jurusan Karawitan, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jl. Parangtritis km. 6,5 Sewon, Bantul, DIY. HP. 085215134012. E-mail: amirska2@gmail.com 2 Olivia Bobby Hermijanto dan Vica Valentina. Disleksia:Bukan Bodoh, Bukan Malas, tetapi Berbakat!. (Jakarta: PT Gramedia Pustaka utama, 2016), 36. UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Indonesian Institute of the Art Yogyakarta