Itepa: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan, ISSN : 2527-8010 (Online) Ida Bagus Jaya Sukarya dkk. /Itepa 10 (4) 2021 734-745 734 Ketahanan Isolat Bakteri Asam Laktat Indigenus Kombucha dan Dadih Terhadap Antibiotik Antibiotic Resistance of Indigenous Lactic Acid Bacteria Isolates of Kombucha and Dadih Ida Bagus Jaya Sukarya 1 , I Desak Putu Kartika Pratiwi 1* , Ni Made Indri Hapsari A. 1 , Ni Nyoman Puspawati 1 Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran, Badung-Bali *Penulis korespondensi: I Desak Putu Kartika Pratiwi, Email: kartika.pratiwi@unud.ac.id Abstract Lactic Acid Bacteria must pass several tests to increase their potential as probiotics, one of which is to test their resistance to antibiotics. This study was aimed to determine the resistance of the indigenous lactic acid bacteria (LAB) isolates from kombucha and dadih against amoxicillin, tetracycline, and chloramphenicol, and measure their levels of resistance against amoxicillin, tetracycline, and chloramphenicol. There were 2 treatments that are done in this study such as the type of isolates, and the type of antibiotics used. LAB growth inhibition zones against antibiotics were tested using disk diffusion method and analyzed using quantitative descriptive method. Based on the result of this study, it was found that L. plantarum RN9, L. plantarum I MK2, and L. plantarum I ML7 had an intermediate resistance against amoxicillin, while all the isolates tested are resistant to tetracycline and chloramphenicol. L. pentosus MS21 had the most resistance against amoxicillin. L. plantarum I MK2 had the most resistance against tetracycline. and L. plantarum I ML7 had the most resistance against chloramphenicol. Keywords: Lactic acid bacteria, kombucha isolates, dadih isolates, antibiotic resistance PENDAHULUAN Probiotik menurut FAO dan WHO (2002) adalah mikroorganisme yang dalam jumlah tertentu dapat memberikan efek kesehatan pada host yang mengonsumsi bahan pangan mengandung probiotik. Mikroorganisme probiotik seperti Bifidobacterium dan bakteri asam laktat (BAL) akan memberikan efek kesehatan apabila mampu bertahan hidup melalui sistem pencernaan, mampu mengolonisasi usus, mampu menjaga keseimbangan mikroflora usus, dan mampu menghasilkan zat anti mikroba (bakteriosin) (Salminen et al., 2004). Sebelum menjadi bakteri probiotik, BAL akan melewati beberapa pengujian secara in vitro untuk meningkatkan potensinya sebagai probiotik, diantaranya adalah uji ketahanan terhadap asam lambung, uji ketahanan terhadap garam empedu, uji aktivitas antimikroba terhadap mikroorganisme patogenik, dan juga sifat resistensinya terhadap antibiotik. Salah satu pengujian penting dalam peningkatan potensi BAL adalah resistensi terhadap antibiotik. Strain bakteri probiotik yang memiliki ketahanan terhadap antibiotik sangat berguna untuk memulihkan mikrobiota usus setelah penggunaan antibiotik (Gueimonde et al., 2013). Antibiotik adalah suatu jenis senyawa antibakteri, baik alami maupun sintetik yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme. (Black, 2004). Beberapa contoh antibiotik yang sering digunakan adalah amoxicillin, tetracycline, dan chloramphenicol. Antibiotik amoxicillin