Analisis Performansi 5G NR dengan Skema Arsitektur NSA Opsi 3 pada Frekuensi 28 GHz Performance Analysis of 5G NR with NSA Opt. 3 Architecture Scheme on 28 GHz Frequency Rivalda Maulana 1 , Uke Usman Kurniawan 2 , Ishak Ginting 3 1,2 S1 Teknik Telekomunikasi, Fakultas Ilmu Terapan, Telkom University 3 PT Smartfren Telecom 1 maulana.rivalda@gmail.com, 2 ukeusman@telkomuniversity.ac.id, 3 ishakginting@yahoo.com Abstrak Sebagai bagian dari pengembangan generasi ke-5 (5G) New Radio (NR) terhadap ITU yaitu “IMT for 2020 and beyond.” 3GPP telah mengumumkan spesifikasi pertama untuk 5G NRSpesifikasi pertama yang dirilis oleh 3GPP yaitu arsitektur 5G NSA (non-standalone) untuk use-case eMBB (enhanced Mobile Broadband) dan URLLC (Ultra Reliable Low latency Communication) yang mana pada implementasinya 5G NR akan beroprasi pada FR-1 dan FR-2 untuk mendukung berbagai macam use-case. 5G NR dirancang untuk mendukung implementasi pada cakupan frekuensi yang lebar mulai dari sub 6Ghz (FR 1) sampai dengan mmWave (FR 2). Oleh karena itu salah satu aspek penting pada OFDM adalah pemilihan numerologi. Khususnya untuk menentukan subcarrier spacing dan panjang dari dan panjang dari cyclic prefix. Hasil simulasi performansi 5G NR pada frekuensi ini didapat bahwa numerologi 4 adalah numerologi yang terbaik untuk diimplementasikan pada 5G NR dengan rata rata latensi 0,473 ms, throughput 1052,26 Mbps dan packet loss 0,0003%. Sementara itu numerologi terburuk adalah numerologi 0 dengan rata rata latensi 3,07 ms, hroughput 127,36 Mbps dan packet loss 0,0003%. Kata Kunci: 5G NR, NSA,Numerologi, OFDM, NS 3 Abstract As part of the development of the 5th generation (5G) New Radio (NR) against it is "IMT for 2020 and beyond." 3GPP has announced its first specification for 5G NR which is a significant achievement in the global mobile industry. 5G NR is designed to support implementation at wide frequency coverage ranging from sub 6Ghz (FR 1) to mmWave (FR 2). Therefore, one important aspect of OFDM is the selection of numerology. Specifically to determine the subcarrier spacing and length of and length of the cyclic prefix. Simulation results of 5G NR performance at this frequency gained that 4 numerology is the best numerology to be implemented at 5G NR with an average 0473 ms latency, 1052,26 Mbps throughput and 0,0003% packet loss. Meanwhile the worst numerology is numerology 0 with average-latency 3,07 ms, Hroughput 127,36 Mbps and 0,0003% packet loss. Keywords: Key Word: 5G NR, NSA,Numerologi, OFDM, NS 3 1. Pendahuluan 3GPP telah mengumumkan spesifikasi pertaman untuk pengembangan 5G terhadap ITU “IMT for 2020 and beyond.” Untuk memenuhi persyaratan eMBB sejumlah fitur telah distandarisasi untuk 5G NR yang mana merupakan pencapaian yang signifikan pada industri seluler global untuk memulai pengembangan dalam skala penuh. Spesifikasi pertama yang dirilis oleh 3GPP yaitu arsitektur 5G NSA (non-standalone) untuk use-case eMBB (enhanced Mobile Broadband) dengan puncak laju data 20 Gbps dengan user plan latency 4 ms. Pada fase item studi Rel. 15 ternyata ditemukan bottlenecks performansi TCP[5]. Bottleneck terjadi karena pada opsi 3 ini core network yang digunakan adalah EPC yaitu core network untuk 4G. Dalam hal ini, salah satu langkah kunci adalah masuknya ortogonal yang fleksibel Sistem frekuensi Divisi multiplexing (OFDM) [2]. Nr mendefinisikan satu set numerologi, yang menentukan SubCarrier Spacing (SCS) dan cyclic prefix overhead, untuk menangani berbagai berbagai pilihan frekuensi dan penyebaran [1]. Juga, basis Stasiun (alias Next-Generation node B (gNB)) harus memberikan akses ke berbagai jenis layanan, seperti enhanced Mobile BroadBand (eMBB), massive Machine Type Communications (mMTC), dan ultra-Reliable dan Low latency Communications (URLLC). Pada tugas akhir ini akan dilakukan simulasi jaringan 5G NR dengan berbagai macam aplikasi yang ditransmisikan lewat protocol transport UDP. Menganalisa dampak numerologi terhadap throughput, latency dan packet loss karena 5G akan dioperasikan pada banyak spectrum maka pemilihan OFDM menjadi sangat penting tidak seperti pada LTE dimana lebar pita maksimalnya hanya pada 20 MHz saja. Untuk frekuensi carrier yang lebih tinggi yaitu pada mm-wave, limitasi implementasi seperti phasa noise menjadi sangat penting untuk SubCarrier Spacing yang lebih tinggi. . ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 3420