Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 1,C 159-164 https://doi.org/10.32315/sem.1.c159 Prosiding Seminar Heritage IPLBI 2017 | C 159 Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon, Universitas Indraprasta, Universitas Trisakti ISBN 978-602-17090-6-1 E-ISBN 978-602-17090-4-7 Telaah Wujud Kebudayaan dalam Arsitektur Tradisional Makassar Imriyanti 1 , Shirly Wunas 2 , Mimi Arifin 3 , Idawarni J. Asmal 4 1 Mahasiswa Pascasarjana, Prodi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin. 2,3 Labo.Perumahan dan Permukiman, Program Studi Pengembangan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin. 4 Labo.Perancangan Perumahan dan Lingkungan Permukiman, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin. Korespondensi: imrianti@gmail.com Abstrak Kebudayaan di Indonesia sangat beragam yang memiliki ciri dan karakter tersendiri disetiap daerah. Arsitektur tradisional merupakan identitas budaya suatu suku bangsa, karena di dalamnya terkandung segenap peri kehidupan masyarakatnya. Komunitas suku Makassar berpandangan bahwa rumah adalah bagian dari arsitektur tradisional yang memiliki kepercayaan dan berfikir bahwa hidup hanya tercapai bila antara makrokosmos dan mikrokosmos. Menelaah wujud kebudayaan dalam arsitektur tradisional Makassar maka tujuan penulisan kasus studi ini adalah untuk memahami dan mengetahui aturan dalam tradisi membangun arsitektur tradisional Makassar dalam bentuk hunian masyarakat suku Makassar. Kasus studi bersifat deskriptif yang mengungkapkan kajian teori yang berhubungan dengan wujud kebudayaan arsitektur tradisional Makassar. Untuk mengetahui wujud kebudayaan dalam rumah tradisional Makassar maka wujud tersebut dalam bentuk wujud ideal yaitu berupa falsafah hidup suku Makassar dalam huniannya, wujud social ekonomi dalam fungsi susunan ruang dari hunian, wujud fisik dalam bentuk rumah panggung yang terbagi dalam 3 susunan yaitu bagian atas, tengah dan bawah. Kata-kunci : wujud kebudayaan, arsitektur tradisional Makassar, wujud ideal, wujud social ekonomi, wujud fisik. Pendahuluan Kebudayaan di Indonesia sangat beragam yang memiliki ciri dan karakter tersendiri disetiap daerah. Kebudayaan berfungsi memenuhi kebutuhan naluri manusia, karena kebudayaan adalah dimensi hidupnya. Oleh sebab itu manusia, memiliki kebudayaan dalam perilaku manusia memiliki hubungan sangat erat. Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuankemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat (E.B. Tylor, 1871). Budaya dimiliki setiap daerah yang mempunyai salah satu ciri melalui arsitektur tradisionalnya secara terpadu. Arsitektur tradisional adalah salah satu unsur kebudayaan yang bertumbuh dan berkembang bersamaan dengan pertumbuhan suatu suku bangsa. Keberadaan arsitektur tradisional lekat dengan hidup keseharian masyarakatnya yang masih menganut tata kehidupan kolektif, yaitu memiliki keserasian dan keselarasan antara makro kosmos (alam semesta) dan mikro kosmos (bangunan). Dalam arsitektur tradisional terkandung secara terpadu wujud kebudayaan diantaranya wujud ideal, wujud social, dan wujud fisik suatu kebudayaan (Mardanas, 1985). Wujud budaya merupakan suatu sistem dari suatu gagasan, konsep dan hasil dari aktifitas manusia. Keterkaitan hubungan antara kebudayaan suatu bangsa dengan arsitektur, tergambar pada telaah masing-masing unsurnya (Syahriar T, 2014). Dengan memperhatikan telaah arsitektur dalam wujud budaya maka haruslah diketahui bagaimana wujud kebudayaan dalam