30 JURNAL TEKNIK SIPIL, Volume III, No. 2. Juli 2007: 30 - 38 30 ‘EKO-TEKNIK SIPIL’ SEBUAH REFLEKSI BAGI DUNIA PENDIDIKAN REKAYASA UNTUK TERWUJUDNYA PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Rr. M.I. Retno Susilorini Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Unika Soegijapranata Email: r etno_susilorini@yahoo.com; susilorini@unika ac.id ABSTRAK Bidang Teknik Sipil adalah salah satu pelaku utama dalam pembangunan infrastruktur yang berperan penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Adanya dampak kemajuan teknologi di bidang konstruksi mengharuskan pengguna maupun pelaku industri konstruksi agar tetap menjaga keseimbangan lingkungan (eco-balance). Tak dapat dipungkiri, faktor pelestarian lingkungan memegang peranan penting untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Untuk itu, ‘Eko-Teknik Sipil’ dapat menjadi sebuah refleksi bagi dunia pendidikan rekayasa, khususnya dalam memajukan bidang Teknik Sipil yang berwawasan lingkungan. Diskusi mengenai ‘Eko-Teknik Sipil’ yang menjadi ‘jantung baru’ bagi kebangkitan pendidikan rekayasa yang sadar lingkungan, pada akhirnya memberikan kesimpulan: (1) Terdapat relasi antara rekayasa ekologi dan bidang Teknik Sipil karena beberapa situasi memerlukan teknologi tingkat tinggi untuk dapat menjamin keberlanjutan operasi sistem; (2) Bidang Teknik Sipil harus semaksimal mungkin menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dengan hakikat keberadaan manusia di bumi untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan; (3) Pelestarian lingkungan telah diketahui menjadi pilar utama dalam memperkokoh peran serta bidang Teknik Sipil untuk mencapai pembangunan berkelanjutan; (4) Beton berkelanjutan menjadi bagian Teknik Sipil berkelanjutan yang berwawasan lingkungan; (5) Upaya mencapai Teknik Sipil yang berkelanjutan dapat dicapai dengan memenuhi kriteria keberlanjutan untuk konstruksi, beton, dan bahan bangunan, serta mengimplementasikan akurasi dan ketepatan manfaatan dalam hal teknologi bahan, rekayasa struktur dan analisa kegagalan struktur; (6) Konsep tentang ‘Eko-Teknik Sipil’ untuk Teknik Sipil berkelanjutan merupakan pemikiran mendasar bagi pentingnya siklus keberlanjutan di bidang Teknik Sipil dan lingkungan dijamin dan dipelihara; (7) ‘Eko-Teknik Sipil’ merupakan inti dari pendidikan rekayasa yang sadar lingkungan untuk terwujudnya pembangunan berkelanjutan. Kata Kunci: Eko-Teknik Sipil, pendidikan, rekayasa, pelestarian lingkungan, konstruksi, beton, berkelanjutan. PENDAHULUAN Perubahan iklim diakui telah membawa dampak yang begitu besar bagi manusia di planet bumi ini. Berbagai konsekuensi yang diakibatkan oleh perubahan iklim membawa perubahan lingkungan global dengan berbagai konsekuensi bagi kebijakan sosio-ekonomi negara-negara di dunia (IPIECA, 2003). Implikasi sosio-ekonomi akibat perubahan iklim tidak lepas dari kemajuan teknologi di bidang pembangunan infrastruktur. Bidang Teknik Sipil menjadi salah satu pelaku utama dalam pembangunan infrastruktur terutama di bidang pembangunan konstruksi. Pembangunan infrastruktur yang menyertakan industri konstruksi ini yang harus diperkuat peranannya dalam upaya mewujudkan pemba- ngunan berkelanjutan (sustainable develop- ment ). Namun perlu dicatat bahwa pemba- ngunan konstruksi, khususnya konstruksi beton, ternyata memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi keberadaan emisi gas CO 2 dan gas- gas rumah kaca. Industri semen adalah pen- dukung utama pembangunan konstruksi, namun peran sertanya dalam pembangunan infra- struktur ditengarai bertanggungjawab atas brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Petra Christian University, Surabaya, Indonesia: Peer-Reviewed Scientific e-Journal