Journal of Tourism and Creativity Vol. 6 No. 2, 2022 P-ISSN: 2549-483X E-ISSN: 2716-5159 Journal Homepage : https://jurnal.unej.ac.id/index.php/tourismjournal/index 106 Pengelolaan Ekosistem Dan Daya Dukung Lingkungan Kawasan Wisata Bahari Mangrove Karongsong Indramayu Pengelolaan Ekosistem Dan Daya Dukung Lingkungan Kawasan Wisata Bahari Mangrove Karongsong Indramayu Aryo Adhitiowasis 1, @ , Enok Maryani 2 , Rini Andari 3 1 Program Studi Magister Pariwisata Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia 2 Program Studi Magister Pariwisata Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia 3 Program Studi Magister Pariwisata Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia ARTICLE INFO Keywords: Indramayu, Karangsong, Mangrove, Ecotourism ABSTRACT Karongsong Village is one of the villages in the mangrove rehabilitation area which is still well maintained. In the beginning, the management of mangrove planting there was carried out by the local community in collaboration with PT Pertamina. The beginning of this Mangrove Ecotourism in Karongsong was the occurrence of abrasion on Karongsong Beach from 1983 to 2022, which in the future could cause a Tsunami or subsequent abrasion. So to anticipate this, beach rehabilitation and the creation of Mangrove Ecotourism are made to avoid or minimize future Tsunamis. But apparently, after the pandemic period, Mangrove Ecotourism in Karongsong was not maintained and not well managed. Due to the large number of damage to facilities, dead animals, and so on. Therefore, the author wants to try to increase the potential of Mangrove Ecotourism by asking for support from the local government. So that they take appropriate action in preserving the ecotourism. So that Mangrove Ecotourism in Karongsong can function as usual and as it should. 1. Pendahuluan Mangrove merupakan jenis komunitas tanaman atau pepohonan yang hidup diantara daratan dengan lautan, yang dimana kehidupannya dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut. Sehingga habitat dari mangrove ini sering muncul diantara muara air laut dengan sungai yang pada akhirnya menjadi pelindung daratan, dari kemunculan gelombang yang besar. Mangrove atau yang lebih banyak disebut dengan istilah hutan bakau ini adalah, penggambaran dari suatu varietas komunitas pantai tropik yang memang didominasi oleh sejumlah spesies pohon dengan ciri khas, ataupun semak-semak yang memiliki kemampuan untuk bisa tumbuh pada perairan yang asin (Nybakken, 1998). Wilayah Kabupaten Indramayu yang lokasinya berada di Pantai Utara Jawa berpotensi di bidang perikanan. Salah satu potensi lainnya yaitu Ekowisata Mangrove tepatnya di Desa Karongsong. Prinsip dasar keberadaan ekowisata itu sendiri adalah untuk melestarikan ekosistem yang ada di wilayah tersebut. Untuk itu, dibutuhkan pengelolaan yang tepat dari ekowisata ini agar nilai wisata di wilayah tersebut meningkat. @ aryobdg86@upi.edu