Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat http://jurnal.poltekkespalu.ac.id/index.php/pjpm/index Vol. 1 No. 1 Januari 2020; Hal 1 – 7 1 WORKSHOP PRAKTEK PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) BAGI BADUTA PADA KADER POSYANDU Dwi Erma Kusumawati * , Ansar, Bahja, Fahmi Hafid 1 Jurusan Gizi, PoltekkesKemenkes Palu, Palu *email korespondensi: dwiekw@gmail.com ABSTRACT Stunting is a nutritional problem which its overcoming effort should be started from thousand days of early life. Age of 6 to 24 months is a golden life phase that when its nutritional fulfillment are insufficient, it will give a big impact for the future life. On this phase, the childs are started for recognition of breastmilk complementary food which its texture and amount are different based on the age. There are still many problems in Indonesia regarding the golden standard implementation of infant and child feeding such as Early Breastfeeding Initiation, Exclusive Breastfeeding, and Breastfeeding till 24 months or more. Workshop using andragogy training technique in rilex but serious situation is expected to increase knowledge of training material. Workshop is conducted by utilizing the available space with group dynamics and games. The results of public service activity with 24 cadres as participant showed that there are 20 cadres that increase their knowledge after attending workshop and there are 4 cadres that there is no change in knowledge. Wilcoxon test showed p value as 0.001. This is indicate that statistically there is a significant different of knowledge after attending workshop. The common child and infant feeding practice in our community is early complementary feeding with excuses that breastmilk is not enough to increase baby weight and food taboo such as forbidden for consumption of milk banana. Keywords: Breastmilk Complementary Food; Child under two yeas old; Child and Infant Feeding. ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi yang penanganannya sebaiknya dimulai dari 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan). Usia anak 6-24 bulan adalah fase kehidupan emas yang jika tidak tercukupi kebutuhan gizinya maka akan berdampak besar pada masa depan kegidupannya. Pada usia ini mulai diperkenalkan makanan pendamping asi yang tekstur dan jumlahnya berbeda sesuai usianya. Indonesia masih terjadi masalah dalam penerapan standar emas pemberian makanan bayi dan anak yaitu Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI Eksklusif, MP-ASI dan ASI sampai dengan 2 tahun atau lebih. Workshop menggunakan teknik pelatihan pembelajaran orang dewasa yang dibawakan dalam kondisi santai tapi serius diharapkan dapat memberikan peningkatan pengetahuan terhadap materi yang akan disampaikan. Workshop dilaksanakan dengan memanfaatkan ruang yang ada dengan menggunakan dinamika kelompok dan games. Berdasarkan hasil kegiatan pengabmas dengan peserta 24 orang kader diketahui ada 20 orang yang pengetahuan meningkat setelah mengikuti workshop dan ada 4 orang yang pengetahuannya tetap. Berdasarkan hasil uji wilxocon diperoleh hasil p<0,001. Hal ini menunjukkan bahwa secara statistik terdapat perbedaan pengetahuan yang bermakna antara workshop dengan peningkatan pengetahuan. Praktek pemberian MP-ASI dimasyarakat yang berkembang adalah MP-ASI dini karena alasan ASI tidak cukup menambah berat badan bayi dan makanan pantangan berupa tidak memberikan pisang susu. Kata Kunci: MP-ASI, Baduta, PMBA