Nur Anisah, Hizkia Franzias Crisnata Halaman 47 sampai 60 JAD: Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Dewantara Vol. 4 No. 1, Januari-Juni 2021 https://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/JAD/issue/view/59 Analisis Tingkat Literasi Keuangan Pengguna Fintech Payment OVO Nur Anisah 1 , Hizkia Franzias Crisnata 2 Program Studi Akuntansi, STIE PGRI Dewantara Jombang Korespondensi nur.anisah.stie.dw@gmail.com Dikirim: 3 Januari 2021, Direvisi: 15 Januari 2021, Dipublikasikan: 3 Maret 2021 Abstract Knowledge of financial Management should be the basis for decision making for MSMEs in running their business. Supported by various regulations and facilities by the government and private sector, MSMEs should be able to make the best use of technology in accordance with their business needs. Fintech is a financial service that can help players to make payment transactions. This research uses descriptive qualitative method with the aim to find out the level of MSMEs financial literacy in Mojokerto City about Financial Technology (Fintech) Payment. Financial literacy has 4 levels: not literate, less literate, sufficient literate, well literate. Financial literacy is measured by indicators of knowledge, beliefs, features, benefits, risks, rights and obligations, and skills in using fintech payments. The key informants in this study are the owners of the MSMEs Paradox Cafe and John Like Bread in Mojokerto City who use fintech payment OVO in their business. The data analysis technique used in this study was triangulation. Based on the results of the interview it can be concluded that the Paradox Cafe and Bread of John Like Mojokerto City have a literacy level that is well literate because they have knowledge, beliefs, features, benefits, risks, rights and obligations, as well as skills in using fintech payment in managing financial transactions and in decision making for his efforts. Keywords: Financial Literacy, MSMEs, Financial Technology Abstrak Pengetahuan tentang pengelolaan keuangan seharusnya menjadi dasar pengambilan keputusan bagi UMKM dalam menjalankan bisnisnya. Dengan didukung oleh berbagai peraturan dan fasilitas oleh pemerintah maupun swasta, pelaku UMKM sebaiknya dapat memanfaatkan teknologi sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhan bisnisnya. Fintech menjadi sebuah layanan keuangan yang dapat membantu pelaku untuk melakukan transaksi pembayaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui tingkat literasi keuangan UMKM di Kota Mojokerto tentang Financial Technology (Fintech) Payment. Literasi keuangan terdapat 4 tingkat yaitu not literate, less literate, sufficient literate, well literate. Literasi keuangan diukur dengan indikator pengetahuan, keyakinan, fitur, manfaat, resiko, hak dan kewajiban, serta keterampilan dalam menggunakan fintech payment. Informan kunci dalam penelitian ini yaitu pemilik dari UMKM Paradoks Cafe dan Roti John Like Kota Mojokerto yang menggunakan fintech payment O VO dalam usahanya. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi. Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa Paradoks Cafe dan Roti John Like Kota Mojokerto mempunyai tingkat literasi yaitu well literate karena mempunyai pengetahuan, keyakinan, fitur, manfaat, resiko, hak dan kewajiban, serta keterampilan dalam menggunakan fintech payment dalam mengelola transaksi keuangan dan dalam pengambilan keputusan untuk usahanya. Halaman 47 sampai 60